WANITA-WANITA PEMUJI TUHAN
Oleh: Darlene Zschech

“Bersorak-sorailah, hai puteri Sion, ber­tempik-soraklah, hai Israel! Bersukacitalah dan beria-rialah dengan segenap hati, hai puteri Yerusalem! TUHAN telah menyingkirkan hukuman yang jatuh atasmu, telah menebas binasa musuhmu. Raja Israel, yakni TUHAN, ada di antaramu; engkau tidak akan takut kepada malapetaka lagi. Pada hari itu akan dikatakan kepada Yerusalem: “Janganlah takut, hai Sion! Janganlah tanganmu menjadi lemah lesu. TUHAN Allahmu ada di antaramu sebagai pahlawan yang memberi kemenangan. Ia bergirang karena engkau dengan sukacita, Ia membaharui engkau dalam kasih-Nya, Ia bersorak-sorak karena engkau dengan sorak-sorai” (Zef. 3:14-17).

Ketika saya mengeluarkan album Shout to the Lord — Hosanna Integrity, saya ditanya wartawan majalah  Kristen, “Bagaimana rasanya menjadi pemimpin pujian wanita?” (Suatu pertanyaan yang aneh). “Saya belum pernah menjadi pemimpin pujian pria,” jawab saya, “jadi saya tidak bisa membandingkannya.” Mungkin pikir wartawan itu, bagi Tuhan memakai wanita sebagai alat-Nya itu hanya membuat pusing saja! Padahal kenyataannya, Kitab Suci dihiasi contoh-contoh luar biasa tentang wanita yang dalam melayani Raja ternyata membawa perubahan dan pengaruh yang luar biasa. Saya menyebut mereka ini, wanita-wanita yang memuji (worshipping women). Sebagai contoh:

Hagar dalam Kejadian – Setelah Tuhan mengaruniakan anak laki-laki kepadanya, dia memuji Tuhan dengan memanggil-Nya sebagai “Dia yang telah melihat aku.” Seorang wanita pemuji tahu bahwa Tuhan MENDENGAR TANGISANNYA.

Miriam dalam Keluaran – Dia memimpin wanita Israel memuji untuk mengucap syukur… setelah Tuhan menghancurkan tentara Mesir. Seorang wanita pemuji tahu tentang KUASA ATAU PUJIAN DAN KEPERCAYAAN PADA KUASA TUHAN.

Deborah dalam Hakim-hakim – Dia dan Barak menyanyikan lagu pujian pada Tuhan setelah mereka dipakai Tuhan untuk mengeluarkan bangsa Israel dari Kanaan. Seorang wanita pemuji itu TEGAS, BERANI, TEKUN DAN PUNYA TUJUAN. Dia sanggup menyelesaikan tugas yang diberikan kepadanya.

Maria. Ibu Yesus… WANITA TERPILIH karena Tuhan Tahu kerinduan hatinya untuk menyenangkan Bapa. Di dalam Kitab Lukas, Maria memuji Tuhan karena masih mengingat umat-Nya dan memberi kehormatan kepada-Nya berupa panggilan tertinggi. Seorang wanita pemuji TAHU KAPAN Tuhan BERBICARA dan TAHU BAGAIMANA MENJAWAB ‘YA’ PADA TUHAN. (Berdiam dirilah dan ketahuilah bahwa Akulah Tuhan).

Maria – Saudara Martha – Dia mengurapi kaki Yesus dengan parfum yang mahal… menggambarkan penyembahan yang BERHARGA. Seorang wanita pemuji TIDAK TAKUT APA PENDAPAT ORANG TENTANG PENYEMBAHANNYA.

Tabitha dalam Kisah Para Rasul – Seorang pemuji yang menunjukkan kasih Tuhan melalui derma dan amal. Seorang wanita pemuji itu MURAH HATI.

Lydia dalam Kisah Para Rasul – Seorang pemuji radikal yang bersama keluarganya menjadi orang percaya yang pertama di kota Filipi. Seorang wanita pemuji tahu bagaimana harus berani dan MEMBUAT HARI BARU BAGI GENERASI BERIKUTNYA.

Kualifikasi Pemuji
Berikut ini beberapa kualifikasi yang harus dipenuhi oleh seorang wanita pemuji :

Dia tahu bagaimana caranya datang di hadapan Juru selamatnya dengan ucapan syukur yang tulus dan kegairahan. Dia tahu Bapa, Anak dan Roh Kudus layak menerima pujian yang meluap dari hatinya.

Dia tahu bagaimana caranya menghampiri Raja … dengan kekaguman, hormat dan hati yang jujur, dengan membiarkan ekpresi pujian meluap dari hatinya yang terdalam.

Dia membuka tangannya untuk mengajak semua yang ada di dunianya untuk datang dan mengagungkan Dia.

Dia mempercayai sepenuhnya janji Tuhan, bahwa hidupnya ada di tangan Tuhan. Dia tidak takut pada Iblis.

Dia berhati lembut dengan mengizinkan Tuhan menyentuh hatinya dan memulihkan batinnya yang luka. Dia mencurahkan isi hatinya kepada Tuhan.

Dia memahami kasih karunia Tuhan dan dengan percaya diri (bukan dengan arogan) berdiri di bawah naungan sayap Tuhan.

Proses Panjang
Bagaimana Anda bisa memenuhi syarat menjadi wanita pemuji ini? Saya dapat bersaksi bahwa hal ini harus melalui sebuah proses, sebuah perjalanan, yang masih saya jalani, dan satu-satunya bekal yang boleh dibawa adalah hati yang sungguh-sungguh mencari Bapa.

Mari, KENALILAH Dia. Bukan sekadar tahu secara intelektual saja, melainkan mengenal Dia dengan hati. Kisah Para Rasul 2:25 mengatakan “Aku senantiasa memandang kepada Tuhan, karena Ia berdiri di sebelah kanan­ku, AKU TIDAK GOYAH. Dalam Ayub 19:25 dikatakan “tetapi aku TAHU: Penebusku hidup, dan akhirnya Ia akan bangkit di atas debu.”

Punya Iman. Memuji dan menyembah Tuhan itu lebih dari sekadar acara seremonial. Dia berawal dari sebuah langkah iman dan keputusan dari NIAT Anda. Ingatlah, tanpa iman, tidak mungkin Anda bisa menyenangkan Tuhan.

Menyembah Dia dengan kasih. Inti penyembahan adalah karena berada dalam kasih. Mazmur 63:1-5 menyatakan:

“Ya Allah, Engkau­lah Allahku, aku mencari Engkau, jiwaku haus kepada-Mu, tubuhku rindu kepada-Mu, seperti tanah yang kering dan tandus, tiada berair. Demikianlah aku memandang kepada-Mu di tempat kudus, sambil melihat kekuatan-Mu dan kemuliaan-Mu. Sebab kasih setia-Mu lebih baik daripada hidup; bibirku akan memegahkan Engkau. Demikianlah aku mau memuji Engkau seumur hidupku dan menaikkan tanganku demi nama-Mu. Seperti dengan lemak dan sumsum jiwaku dikenyangkan, dan dengan bibir yang bersorak-sorai mulutku memuji-muji.”

Pelajari seni menghargai… cara mengucapkan terima kasih. Pujian yang sejati

Bawalah Pujian. “Bersorak-sorailah, hai orang-orang benar, dalam TUHAN!” (Mzm. 33:1). “Biarlah segala yang bernapas memuji TUHAN! Haleluya!”(Mzm.150:6).

Saya mendorong Anda untuk mempersembahkan talenta Anda di hadapan Raja. Dan biarlah SEMUA yang ada pada Anda memuliakan nama-Nya yang kudus. Namun lebih dari sekadar musik dan lagu, biarlah seluruh hidup wanita pemuji, menjadi PUJIAN YANG HIDUP bagi kemuliaan Tuhan.

Salam dan doa rekan sepelayanan

Catatan : Darlene Zschech adalah worship pastor di Hillsong Church, Australia dan ko-produser album musik yang sukses dari Hillsong Music Dia menulis lagu ‘Shout To The Lord’, ‘Run To You’ dan ‘All Things Are Possible’

Advertisements