PALU MEMBENTUK BAJA (Yakobus 1:1-8)
Dikirim oleh : Evi Sjiane Djiun

Biarkanlah ketekunan itu memperoleh buah yang matang, supaya kamu menjadi sempurna dan utuh dan tidak kekurangan apa pun. (Yakobus 1:4)

“Palu menghancurkan kaca, tetapi palu membentuk baja.” Pepatah Rusia ini menggambarkan bahwa jika jiwa kita seperti kaca yang rentan dan rapuh, ketika tertimpa pencobaan akan hancurlah dia. Sebaliknya, kalau jiwa kita kuat seperti baja, pencobaan akan membentuk kita sebagai manusia yang tahan uji.

Yakobus menyatakan bahwa orang beriman justru harus memanfaatkan pencobaan untuk bertumbuh ke arah Tuhan, berdoa untuk mendapatkan hikmat, dan agar dalam pergumulan hidup yang berat justru iman menjadi tahan uji. Pembaca surat Yakobus saat itu ada yang miskin dan ada pula yang menerima berbagai tekanan karena iman. Pencobaan mereka meliputi masalah materiil, sosial, moral, juga spiritual. Melalui ujian, iman berkesempatan untuk berakar, membentuk kualitas ketekunan. Apabila proses ini dijalani dengan benar, iman seseorang akan semakin dewasa dan matang. Hubungannya dengan Tuhan pun semakin akrab sehingga karakternya makin serasi dengan karakter Tuhan. Itulah sebabnya orang Kristen dapat bersukacita waktu mengalami pencobaan karena hal itu memurnikan iman.

Dalam situasi sedang dicobai, orang beriman sangat perlu hikmat. Dalam perspektif Alkitab, hikmat adalah kesalehan yang terjadi karena seseorang hidup dekat dengan Allah. Jika kita dekat dengan Allah, saat menghadapi pencobaan, kita akan seperti baja sehingga pencobaan tersebut akan menghasilkan kematangan iman. Segala sesuatu yang terjadi dipakai Tuhan untuk kebaikan kita sehingga mendatangkan kemuliaan bagi-Nya. –EN/Renungan Harian

PENCOBAAN ADALAH UJIAN IMAN AGAR SEMAKIN MURNI DAN SEMAKIN DEWASA.

Sumber : Renungan Harian