BEREAKSI POSITIF (Kejadian 12:1-9)
Dikirim oleh : Evi Sjiane Djiun

Lalu pergilah Abram seperti yang difirmankan TUHAN kepadanya, dan Lot pun ikut bersama-sama dengan dia; Abram berumur tujuh puluh lima tahun, ketika ia berangkat dari Haran. (Kejadian 12:4)

Setahun silam salah satu sahabat saya yang merintis usaha sebagai agen asuransi menawari saya untuk ikut polisnya. Karena mengenal baik dirinya, saya pun bersedia. Sebelum itu sebetulnya sudah ada beberapa agen dengan polis yang sama menawari, namun saya tolak karena tidak percaya mereka. Kepada sahabat, saya bereaksi positif karena saya percaya kepadanya.

Dalam cerita Abram dipanggil Allah, Tuhan menjanjikan satu negeri kepadanya dan akan membuatnya menjadi bangsa yang besar, memberkatinya, membuat namanya masyhur, dan menjadi berkat (ay. 2). Abram tidak mengajukan syarat atau usul tertentu, ia percaya. Bukti kepercayaannya adalah menyediakan diri dan membiarkan dirinya dipakai Tuhan untuk rencana-Nya yang besar, dengan pergi seperti yang difirmankan Tuhan kepadanya (ay. 4). Abram tidak bersikap pasif, namun ia bereaksi secara positif. Meski usianya sudah senja, hal itu tidak menjadi alasan bagi Abram untuk bersantai-santai atau membantah perintah Tuhan untuk pergi.

Kita dikatakan beriman saat tunduk kepada perintah Tuhan. Kalau kita sungguh-sungguh percaya pada Dia, pasti kita tanpa ragu menuruti kehendak-Nya meskipun hasilnya mungkin tidak sesuai dengan keinginan daging kita. Kalau kita percaya kepada manusia yang tidak sempurna, mau menuruti ucapannya karena mereka atasan atau orang yang kita percayai, seharusnya kita sangat percaya kepada Tuhan. Percaya kepada Tuhan bukan di bibir saja, namun dibuktikan dengan reaksi yang positif terhadap perintah-Nya. –RTG /Renungan Harian

ORANG YANG BERIMAN KEPADA TUHAN PASTI AKAN BEREAKSI SECARA POSITIF TERHADAP PERINTAH-NYA.

Sumber : Renungan Harian