PAHLAWAN (Hakim-hakim 6:11-24)
Dikirim oleh : Evi Sjiane Djiun

Malaikat TUHAN menampakkan diri kepadanya dan berfirman kepadanya, demikian: “TUHAN menyertai engkau, ya pahlawan yang gagah berani.” (Hakim-hakim 6:12)

Sebutan pahlawan biasanya dikenakan pada orang yang menonjol  karena keberanian dan pengurbanannya dalam membela kebenaran. Itulah definisi pahlawan yang dirumuskan Kamus Besar Bahasa Indonesia.  Pahlawan dalam pengertian ini memang identik dengan orang yang memiliki sifat gagah berani. Nyatanya, di dalam kamus Tuhan,  pengertiannya tidak selalu demikian.

Gideon pada awalnya bukan orang yang berani. Ia merasa dirinya kecil  dan lemah (ay. 15). Ia juga ketakutan (Hak. 7:10). Meskipun begitu, sejak awal Tuhan sudah menyebut Gideon sebagai pahlawan yang gagah  berani. Mengapa demikian? Keberanian bukan syarat utama yang diperlukan Tuhan, sebab Tuhan mampu menumbuhkan keberanian orang  dengan mudah (Hak. 7:11-14). Tuhan mau memakai orang-orang yang sadar akan kelemahan dirinya dan rendah hati seperti Gideon (Hak.  8:22-23). Orang yang demikian akan cenderung lebih mudah bergantung pada Tuhan, mau berserah sepenuhnya pada kehendak-Nya, dan bersedia  diarahkan ke jalan kemenangan yang Tuhan tunjukkan. Akhirnya, Gideon mencapai kemenangan yang gemilang dan perkataan Tuhan atas dirinya  pun terbukti kebenarannya.

Tantangan hidup di dunia yang keras ini kerap membuat kita takut.  Namun, rasa takut itu seharusnya membuat kita makin berserah dan  bersandar pada kehendak Tuhan. Tetaplah beriman, dan berpeganglah pada perkataan-Nya tentang diri kita. Tuhan menyertai orang beriman. Tuhan sendirilah yang membangkitkan keberanian kita dan membawa kita  ke dalam kemenangan-Nya. –ES /Renungan Harian

MODAL MENJADI PAHLAWAN BUKANLAH KEBERANIAN DIRI, MELAINKAN PENYERAHAN DIRI PADA TUHAN YANG MEMBANGKITKAN KEBERANIAN.

Sumber : Renungan Harian