JANGAN MENGANDALKAN MANUSIA! (Yeremia 17:1-18)
Dikirim oleh : Evi Sjiane Djiun

Terkutuklah orang yang mengandalkan manusia, yang mengandalkan kekuatannya sendiri, dan yang hatinya menjauh dari pada TUHAN! (Yeremia 17:5)

Bisnis orangtua Heru mengalami masalah. Beberapa kali merugi, akhirnya mereka bangkrut. Perekonomian keluarga itu terpuruk sehingga sekolah Heru pun telantar. Kakaknya memberi harapan, berjanji akan menanggung biaya sekolahnya. Ternyata, ketika si kakak mendapatkan pekerjaan, janji itu tak terwujud. Heru akhirnya memutuskan mencari pekerjaan agar tidak putus sekolah. Ia juga belajar betapa rapuhnya janji manusia.

Bangsa Yehuda melakukan dosa besar di hadapan Tuhan dengan melakukan ritual penyembahan berhala. Mereka mendirikan mezbah-mezbah dan tiang-tiang berhala di samping pohon yang rimbun dan di atas bukit yang tinggi (ay. 1-3). Tindakan mereka ini suatu pelanggaran yang sangat menjijikkan dan menyakiti hati Tuhan.

Tuhan mengutus nabi Yeremia untuk menyampaikan firman kepada mereka. Dalam firman-Nya, Tuhan mengingatkan terkutuklah orang yang mengandalkan manusia, mengandalkan kekuatan sendiri, dan hatinya menjauh dari Tuhan (ay. 5). Berhala itu pada kenyataannya tidak mampu menolong mereka. Melalui Yeremia, Tuhan ingin menyadarkan Yehuda agar tidak lagi melakukan penyembahan berhala, melainkan kembali ke jalan Tuhan. Tuhan berjanji akan memberkati mereka jika mereka hidup bersandar kepada Tuhan dan menaruh harapan kepada Dia (ay. 7).

Mari kita belajar untuk tidak mengandalkan manusia, tidak mengandalkan kekuatan sendiri, dan tidak menjauh dari Tuhan. Hanya Tuhanlah kekuatan kita. Dia dapat dipercaya, perkataan-Nya benar adanya, dan janji-Nya pasti akan digenapi. –WB/Renungan Harian

KETIKA KITA MENGANDALKAN MANUSIA, KITA TELAH MERAGUKAN KEMAHAKUASAAN TUHAN.

Sumber : Renungan Harian