TAK BERMENTAL JUARA (Hakim-Hakim 7:1-25)
Dikirim oleh : Evi Sjiane Djiun

Maka sekarang, serukanlah kepada rakyat itu, demikian: “Siapa yang takut dan gentar, biarlah ia pulang, enyah dari pegunungan Gilead.” Lalu pulanglah dua puluh dua ribu orang dari rakyat itu dan tinggallah sepuluh ribu orang. (Hakim-Hakim 7:3)

Dalam pertandingan olahraga, keberanian menghadapi lawan adalah syarat penting bagi atlet yang mengincar mahkota juara. Mungkin ia telah mempersiapkan diri sebaik mungkin dengan berlatih, tetapi tetap saja ia baru akan menang jika mampu menaklukkan lawan. Tidaklah mengherankan, banyak atlet yang sebenarnya berpotensi besar untuk menjadi juara, tetapi tidak pernah mewujudkannya karena tidak mampu mengatasi rasa takutnya atau tidak memiliki mental juara.

Problem inilah yang melanda sebagian besar orang Israel ketika Tuhan hendak memakai mereka untuk berperang menghadapi bangsa Midian. Tuhan mencari orang-orang yang mampu mengalahkan rasa takut mereka! Hari itu 32 ribu orang Israel ingin ikut berperang, tetapi tidak semuanya memiliki keberanian untuk maju berperang. Ya, ketika Gideon meminta agar mereka yang takut dan gentar untuk pulang, 22 ribu orang dari mereka pun mengundurkan diri. Mereka enggan menghadapi ketakutan mereka.

Tidak sedikit orang takut menghadapi persoalan hidupnya. Sekalipun mereka telah mendengar firman bahwa ada tangan Tuhan yang akan terus menjaga mereka, tetap saja mereka tidak percaya. Gideon sempat mengalami situasi ini. Namun, perjumpaannya dengan Tuhan mengubah ketakutannya menjadi keyakinan akan janji kemenangan-Nya. Tuhan mengizinkan masalah dalam hidup kita bukan untuk dihindari, melainkan untuk dihadapi dan ditaklukkan. Agar kita semakin percaya bahwa jika Allah di pihak kita, tidak ada yang sanggup melawan kita (Roma 8:31). –SYS /Renungan Harian

TUHAN MENJANJIKAN PENYERTAAN SELAMANYA KEPADA KITA, ADAKAH ALASAN UNTUK TAKUT MENGHADAPI PERSOALAN HIDUP?

Sumber : Renungan Harian