NASIHAT ZOFAR (Ayub 11:1-20)
Dikirim oleh : Evi Sjiane Djiun

Jikalau engkau ini menyediakan hatimu, dan menadahkan tanganmu kepada-Nya. (Ayub 11:13)

Indahnya memiliki sahabat. Dalam persahabatan, kita bekerja sama dan saling mendukung. Kita saling mengenal secara dekat, saling  menghargai, dan saling menyayangi. Sahabat sejati siap hadir baik pada waktu senang maupun susah. Ia siap mendampingi kita dan, jika  diperlukan, menawarkan nasihat atau bahkan larangan. Tanpa pamrih tentunya.

Zofar sahabat baik Ayub. Ia mendampingi Ayub bukan hanya kala Ayub  bahagia, namun juga saat sahabatnya itu menderita. Zofar berani  mengingatkan Ayub untuk merendahkan diri di hadapan Allah yang Mahatinggi karena mengasihi sahabatnya. Ia rindu Ayub mendapat  pencerahan dari Allah dan menemukan jalan keluar dari masalah hidupnya. Zofar menasihati Ayub agar menjauhi dosa (ay. 14). Ia juga  mengingatkan tentang berkat bagi orang yang tidak hidup berkubang dalam dosa.

Kita acap kali tersinggung ketika seorang teman memberikan nasihat.  Namun, bukankah semestinya kita berbahagia karena dikaruniai sahabat yang mau menolong kita? Sahabat dapat menjadi perpanjangan lidah  Tuhan untuk menegur, menasihati, menguatkan, menghibur, memberi jalan keluar, atau memperingatkan agar kita tidak terperosok dalam  lumpur dosa. Jika ada sahabat yang rela bersusah payah memberikan waktu dan tenaga untuk mengingatkan kita, mendorong kita agar  menyediakan hati dan menadahkan tangan tanda berserah dan tunduk pada kedaulatan Tuhan, bersyukurlah. Dengarkan dan praktikkanlah  nasihatnya. Niscaya kita akan menemukan jalan keluar dan sukacita baru. –M/Renungan Harian

TUHAN KERAP MENGGUNAKAN SAHABAT KITA UNTUK BERBICARA KE DALAM HIDUP KITA. SAMBUTLAH MEREKA!

Sumber : Renungan Harian