CUKUP! (Ibrani 13:1-6)
Dikirim oleh : Evi Sjiane Djiun

Janganlah kamu menjadi hamba uang dan cukupkanlah dirimu dengan apa yang ada padamu. Karena Allah telah berfirman: “Aku sekali-kali tidak akan membiarkan engkau dan Aku sekali-kali tidak akan meninggalkan engkau.” (Ibrani 13:5)

Manusia cenderung susah berkata “cukup”. Orang yang bekerja, misalnya, merasa tidak cukup dengan penghasilannya. Lalu, si istri mengeluh belum cukup dengan penghasilan suaminya. Padahal, orang yang mengeluh itu sebenarnya berpenghasilan relatif besar dan, jika bijak mengelola keuangan, dapat memenuhi kebutuhan hidupnya. Jadi, kapan sepatutnya kita berkata “cukup”?

Jujur, kepuasan jiwa memang sulit terpenuhi. Kita hidup di tengah dunia yang menggoda hasrat kedagingan kita untuk memperoleh lebih banyak dan lebih banyak lagi. Kita jadi sulit terpuaskan. Dan, hal itu bukanlah fenomena baru. Penulis kitab Ibrani pun mendapati banyak orang Ibrani yang, sekalipun telah mengerti kebenaran hidup sebagai murid Kristus, masih saja menghambakan diri kepada uang karena tidak pernah merasa cukup dengan apa yang mereka peroleh. Penulis kitab ini mendorong mereka untuk tidak menjadi hamba uang dan belajar mencukupkan diri dengan apa yang mereka miliki. Jaminan mereka tidak lain adalah janji penyertaan dan pemeliharaan Tuhan.

Bagaimana dengan kita? Apakah kita sudah belajar mencukupkan diri? Ya, satu-satunya obat mujarab bagi kita yang sulit merasa cukup adalah menemukan kecukupan dan kepuasan jiwa dalam kehadiran Allah yang hidup. Kehadiran-Nya sudah cukup bagi segala kebutuhan dan kerinduan hati kita. Hanya Dia yang mampu memberi kita rasa cukup, rasa puas, dan damai sejahtera yang tidak akan pernah kita temukan dalam jerih payah kita di dunia ini. –SYS /Renungan Harian

HANYA KEHADIRAN ALLAH YANG MAMPU MEMUASKAN HASRAT PALING KUAT DALAM HIDUP KITA.

Sumber : Renungan Harian