BATU PERINGATAN (Yosua 4:1-24)
Dikirim oleh : Evi Sjiane Djiun

Supaya semua bangsa di bumi tahu, bahwa kuat tangan TUHAN, dan supaya mereka selalu takut kepada TUHAN, Allahmu. (Yosua 4:24)

Mengasuh dan membesarkan anak balita bukanlah pekerjaan yang mudah bagi saya. Rasanya tidak ada hari tanpa perdebatan dengan Sam kecil yang mulai mempertanyakan banyak hal. Saat ia terlelap tidur, memandang kembali foto bayi Sam membuat kepenatan berkurang. Teringat kembali akan sukacita yang saya rasakan saat ia hadir dalam hidup kami. Juga akan setiap pertolongan Tuhan sepanjang proses kehamilan dan kelahiran yang tidak mudah. Foto bayi Sam menjadi pengingat akan kebaikan dan kesetiaan Tuhan.

Kedua belas batu yang diambil dari Sungai Yordan dan ditumpuk menjadi sebuah monumen di Gilgal merupakan pengingat bagi bangsa Israel akan pribadi dan karya Tuhan (ay. 20). Tuhan yang telah memimpin bangsa Israel menyeberangi sungai Yordan (ay. 22). Batu peringatan itu akan menolong generasi demi generasi untuk terus mensyukuri karya Tuhan di dalam sejarah bangsa mereka serta senantiasa hidup sesuai dengan perintah-Nya (ay. 22-23). Tidak hanya berhenti pada keturunan bangsa Israel saja. Keberadaan batu pengingat ini juga menjadi kesaksian yang hidup bagi bangsa lain sehingga nama Tuhan dan karya-Nya akan dikenal (ay. 24).

Adakah “batu peringatan” di dalam hidup kita? Sebuah peringatan di mana kita bisa berdiam sejenak, mengingat kembali karya Tuhan di dalam hidup kita, merayakan kebaikan-Nya, dan menceritakannya kepada orang lain. Di saat iman kita goyah, kesulitan melanda, ingatlah Dia dan karya-Nya! Itu akan memberikan kita kekuatan sekaligus ucapan syukur. –SWS /Renungan Harian

INGATAN AKAN KEBAIKAN TUHAN MENGUATKAN KITA MENGHADAPI TANTANGAN HIDUP.

Sumber : Renungan Harian