EMPAT PEREMPUAN (Matius 1:1-17)
Dikirim oleh : Evi Sjiane Djiun

Jadi seluruhnya ada: empat belas keturunan dari Abraham sampai Daud, empat belas keturunan dari Daud sampai pembuangan ke Babel, dan empat belas keturunan dari pembuangan ke Babel sampai Kristus. (Matius 1:17)

Perikop hari ini menyajikan daftar silsilah Yesus Kristus. Di situ ada empat nama perempuan yang segera menarik perhatian. Pertama,  Tamar yang, demi menagih janji kepada mertuanya, tidur dengan ayah mertuanya (Kej. 38:1-30). Kedua, Rahab, pelacur yang menyembunyikan dua orang pengintai utusan Yosua di atap rumahnya (Yos. 2). Ketiga,  Rut, perempuan asli Moab yang mengikuti Naomi, mertuanya, kembali  tanah leluhurnya (Rut 1-4). Dan, yang terakhir adalah istri Uria alias Betsyeba, yang dinodai oleh Raja Daud (2 Sam. 11).

Dalam pandangan masyarakat umum, keempat perempuan itu bukan  termasuk orang yang memiliki latar belakang masa lalu yang “bersih”.  Tetapi, mengapa justru mereka berempat tercantum dalam daftar  silsilah Yesus Kristus?

Tamar, Rahab, Rut, istri Uria mewakili perempuan yang dirangkul  Allah dan ditempatkan dalam rencana besar-Nya, yaitu rencana penebusan melalui Yesus Kristus (ay. 17), tanpa mempersoalkan masa lalu mereka. Allah mengetahui bahwa setiap orang mempunyai kebutuhan untuk diterima dan diakui secara apa adanya. Allah tidak mengenal  pepatah “sekali lancung ke ujian seumur hidup tidak dipercaya”. Jejak rekam kehidupan seseorang memang penting, namun hal itu bukan  alat ukur mutlak yang justru sering kali melahirkan penolakan,  penyingkiran, dan pemisahan di antara sesama manusia.

Alkitab bersaksi bahwa Allah menerima, merangkul, mengakui, dan  melibatkan siapa pun dalam rencana-Nya tanpa memandang latar belakang mereka. Bagaimana dengan kita? –YDR /Renungan  Harian

MANUSIA MEMPERHITUNGKAN MASA LALU SESAMANYA; ALLAH MENGUBAH ORANG MENURUT KASIH KARUNIA-NYA!

Sumber : Renungan Harian