Pentingnya Saat Teduh
Dikirim oleh : Evi Sjiane Djiun

Yesus perlu menghabiskan waktu sendirian bersama Bapa-Nya. Lukas 5:16 berkata, “… Akan tetapi, Ia mengundurkan diri ke tempat-tempat yang terpencil dan berdoa.” Lukas 5:15 menjelaskan bahwa ketenaran Yesus sudah menyebar dan kesuksesan pelayanan-Nya mendorong-Nya untuk menghabiskan waktu lebih banyak lagi dengan Tuhan.

Di tengah-tengah pelayanan yang semakin sibuk, Dia memisahkan diri dari orang banyak untuk bersaat teduh. Markus 1:35 berkata, “Pagi-pagi benar, waktu hari masih gelap, Ia bangun dan pergi ke luar. Ia pergi ke tempat yang terpencil dan berdoa di sana.” Sebelum kesibukan dari hari-Nya dimulai, Yesus menghabiskan waktu dengan Bapa.

Ralph Neighbour Jr pernah menyatakan, “Jika Anda harus memilih antara berdoa dan melakukan, pilihlah untuk berdoa. Anda akan mendapatkan lebih banyak, dan kemudian mencapai lebih dengan apa yang Anda lakukan karena memang Anda sudah menerimanya!”

Pola saat teduh dari sebagian tokoh kekristenan yang luar biasa dicatatkan dengan baik oleh orang-orang yang hidup setelahnya. Para ahli sejarah memberi tahu bahwa John Welch menghabiskan tujuh sampai delapan jam setiap hari dalam doa-doa rahasianya. J.O Frasier, seorang misionari ke suku Lisus di China bagian barat, menghabiskan setengah harinya untuk berdoa dan setengah harinya untuk menginjil.

Apa yang diteladankan oleh tokoh-tokoh kekristenan di atas bukan suatu patokan yang harus diikuti saat Anda mau memulai saat teduh. Pasalnya, Tuhan sendiri lah yang akan mengungkapkan berapa banyak waktu yang ingin Dia habiskan bersama Anda setiap hari.

Pertanyaan sekarang, sudahkah Anda memiliki saat teduh yang berkualitas setiap hari dengan-Nya? Jika Anda mau hidup sukses dalam jalan-Nya maka Anda tidak boleh melewatkan waktu khusus bersama-Nya ini di dalam kehidupan Anda.

Sumber: Ledakan Kelompok Sel – Joel Comiskey / bm