KETEGUHAN JONI (Roma 8:18-30)
Dikirim oleh : Evi Sjiani Djiun

Kita tahu sekarang bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah. (Roma 8:28)

Pada usia 17 tahun, Joni Eareckson Tada mengalami kecelakaan karena meloncat di pantai yang ternyata berair dangkal. Ia pun  lumpuh total. Awalnya, ia putus asa dan marah pada Tuhan. Berkat dukungan keluarga dan orang terdekat, semangatnya kembali bangkit.  Joni tetap lumpuh, tetapi pengalaman hidup dan keteguhan hatinya menginspirasi jutaaan orang. Ia banyak melukis dengan menggunakan  mulut dan melahirkan lebih dari 30 buku laris. Ia juga mendirikan “Joni and Friends”, organisasi internasional bagi para tunadaksa.

Dalam mengikuti Tuhan, Rasul Paulus mengakui ada begitu banyak  penderitaan yang ia alami. Sakit penyakit, berkali-kali dianiaya dan dipenjara, ditolak, mengalami karam kapal, adalah penderitaan yang pernah menderanya. Meskipun demikian, ia berkata bahwa penderitaan  yang dialaminya tidak dapat dibandingkan dengan kemuliaan yang akan dinyatakan kepadanya (ay. 18). Ia juga berkata bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan (ay. 28).  Semua penderitaan itu dimaknai Paulus sebagai jalan menuju kemuliaan dan kebaikan yang kelak akan diterimanya dari Allah.

Tidak mudah memahami hal buruk yang terjadi dalam hidup kita.  Alih-alih bersyukur, lebih gampang bagi kita untuk mengeluh. Allah,  Bapa kita, memahami situasi kita dan tidak akan mencelakakan kita. Firman-Nya tak pernah gagal! Dia menghendaki agar kita percaya  pada-Nya bahwa di ujung penderitaan, orang yang mengasihi-Nya akan mengalami kebaikan dan kemenangan. –Samuel Yudi S /Renungan Harian

SEKALIPUN TAMPAKNYA KITA TIDAK MELIHAT SESUATU YANG BAIK, NAMUN TUHAN TETAP MELAKSANAKAN JANJI-NYA.

Sumber : Renungan Harian