TINGGAL TIGA TAHUN (2 Raja-raja 1; 2 Raja-Raja 20:1-11)
Dikirim oleh : Evi Sjiane Djiun

“Ah TUHAN, ingatlah kiranya, bahwa aku telah hidup di hadapan-Mu dengan setia dan dengan tulus hati dan bahwa aku telah melakukan apa yang baik di mata-Mu.” Kemudian menangislah Hizkia dengan sangat. (2 Raja-Raja 20:3)

Apa yang akan kita lakukan jika tahu umur kita tinggal sebentar lagi? Lebih banyak berbuat baik; lebih rajin ke gereja, berdoa, membaca Alkitab; bersenang-senang mumpung masih ada waktu? Atau, bersikap masa bodoh, “Enggak kepikiran tuh. Kan masih hidup sampai sekarang. Nanti saja mikirnya”? Angelina Jolie lain lagi. Ketika tahu umurnya tinggal tiga tahun, ia membuang sejumlah bagian tubuhnya agar terhindar dari penyebaran penyakit kanker dan menyusun daftar keinginan pribadi.

Alkitab juga mencatat reaksi yang berbeda-beda ketika orang menghadapi kematian. Hari ini kita melihat reaksi dua orang yang sedang sekarat. Ahazia memilih untuk menanyakan nasibnya pada dewa Baal-Zebub (2 Raja 1), sedangkan Hizkia memutuskan untuk memohon belas kasihan Tuhan (2 Raja 20). Ahazia akhirnya mati sebelum memiliki keturunan (1:17). Adapun Hizkia, dengan bekal pemahaman akan Tuhan, memohon kemurahan-Nya, dan Tuhan menambahi usianya. Ia menggunakan masa hidup tambahan itu untuk berkarya bagi kerajaan-Nya (20:20).

Banyak orang akan panik jika tahu masa hidupnya tinggal beberapa waktu lagi. Kita mungkin terdorong memanfaatkan kesempatan yang masih ada untuk melakukan aktivitas yang menyenangkan diri sendiri. Bisa juga kita tergoda untuk meratapi nasib dan mengeluh. Namun, kita memiliki pilihan yang lain: menggunakan setiap detik yang ada untuk semakin mengenal Dia dan menjadi berkat bagi sesama. Jadi, apa yang perlu kita takutkan, bahkan seandainya besok kita mati? –RMA /Renungan Harian

DALAM PERSEKUTUAN DENGAN ALLAH, TIDAK ADA LAGI KETAKUTAN AKAN KEMATIAN.

Sumber : Renungan Harian