SELALU ADA HAL BAIK (Yohanes 15:1-8)
Dikirim oleh : Evi Sjiane Djiun

Setiap ranting pada-Ku yang tidak berbuah, dipotong-Nya dan setiap ranting yang berbuah, dibersihkan-Nya, supaya ia lebih banyak berbuah. (Yohanes 15:2)

Rick Warren, penulis buku Purpose Driven Life, mengalami dua hal bertolak belakang. Ia sukses besar karena bukunya tercetak hingga 15  juta eksemplar. Bersamaan dengan itu, hatinya hancur karena istrinya, Kay, diserang kanker. Menyikapi dua hal ini, Rick berkata,  “Saya terbiasa berpikir bahwa hidup adalah deretan gunung dan lembah. Kita berjalan melalui saat-saat gelap, mencapai puncak  gunung, kemudian kembali lagi, begitu terus-menerus. Kini saya tidak percaya itu lagi. Hidup ini lebih seperti dua jalur kereta api yang  menyatu di ujung, dan di sepanjang waktu Anda akan menjumpai hal baik dan juga hal buruk. Sebanyak apa pun hal baik yang Anda terima,  Anda tetap akan menghadapi hal buruk yang mesti diatasi. Sebaliknya, seburuk apa pun hidup yang Anda jalani, selalu ada hal baik yang  dapat disyukuri.”

Hal baik dan buruk kerap kali dapat Tuhan jadikan sarana untuk  mendisiplinkan kita. Sebagai pemilik kebun anggur, Dia menginginkan tanaman-Nya berbuah banyak (ay. 2). Untuk sampai ke tahap itu, Pemilik kebun anggur akan memotong ranting yang tak berbuah dan  membersihkan yang berbuah. Setiap kita akan mengalami proses tersebut untuk menghasilkan kualitas yang sepadan.

Tuhan mendisiplinkan kita supaya kita berbuah banyak. Situasi buruk  semestinya tidak melemahkan kita. Malah, dengan keyakinan, kita bisa berkata bahwa Tuhan tidak pernah berhenti dengan kita—terus  memproses kita. Sudahkah kita rela didisiplin oleh Allah, supayakita makin memuliakan-Nya? –SYS /Renungan Harian

BERTOBAT BERARTI MEMILIH UNTUK KEMBALI MENGIKUTI PIMPINAN ALLAH.

Sumber : Renungan Harian