MELUPAKAN MASA LALU (Filipi 3:1b-16)
Dikirim oleh : Evi Sjiane Djiun

Saudara-saudara, aku sendiri tidak menganggap bahwa aku telah menangkapnya, tetapi inilah yang kulakukan: Aku melupakan apa yang telah di belakangku dan mengarahkan diri kepada apa yang di hadapanku. (Filipi 3:13)

Winston Churchill adalah sosok perdana menteri yang menjalankan kepemimpinan penuh inspirasi bagi Inggris selama Perang Dunia II dan sesudahnya. Namun, siapa yang tahu bahwa seorang kapten bernama Winston Churchill pernah melakukan kesalahan pada Perang Dunia I sehingga ia dianggap “gagal” dan karier militernya habis. Jika Churchill hanya duduk dan merenungkan kegagalan masa lalu, besar kemungkinan kita tidak akan pernah mendengar tentang kiprahnya. Ia melupakan masa lalu dan belajar dari kegagalan.

Tokoh bacaan kita, Paulus, juga berhasil melupakan masa lalu. Ia adalah seseorang dengan masa lalu yang kelam sebagai pengikut Kristus-meskipun dari sudut agama Yahudi, “prestasinya” luar biasa. Ia punya alasan untuk berkutat dan terikat dengan masa lalunya. Bagaimana tidak, ia dapat dikatakan menjadi aktor intelektual di balik penganiayaan umat Allah, ia hadir ketika Stefanus dibunuh. Namun, ia punya titik balik ketika ia berkata: “…tetapi ini yang kulakukan: aku melupakan apa yang telah di belakangku dan mengarahkan diri kepada apa yang di hadapanku.” Dia memusatkan perhatian pada masa depan.

Sepanjang sejarah, hanya Kristus yang tidak pernah berbuat dosa. Sedangkan kita, bahkan keseharian kita dipenuhi kegagalan dan kejatuhan. Namun, itu tidak bisa menjadi alasan untuk membuat kita tetap tergeletak. Mohonlah anugerah Tuhan, supaya kita mengalami titik balik, yaitu ketika kita, dengan kerendahan hati bertobat dan “mengarahkan diri kepada apa yang di hadapanku.” –DK/Renungan Harian

ENTAH BERAPA KALI KITA PERNAH GAGAL DAN JATUH. OLEH ANUGERAH TUHAN, KITA MAMPU BANGKIT DAN MENJADI TANGGUH.

Sumber : Renungan Harian