CERMIN (2 Raja-raja 22:1-20)
Dikirim oleh : Evi Sjiane Djiun

Segera sesudah raja mendengar perkataan kitab Taurat itu, dikoyakkannyalah pakaiannya. (2 Raja-raja 22:11)

Sebelum cermin ditemukan, manusia telah mempergunakan air dan logam tertentu untuk memantulkan wajah atau penampilan mereka. Tujuan nya agar dapat mengamati diri sendiri, lalu mengadakan perbaikan yang diperlukan. Semakin terang cermin yang dipakai, semakin jelas bayangan yang dipantulkannya.

Firman Tuhan juga berfungsi sebagai cermin. Ini nyata dalam kehidupan raja Yosia. Berbeda dengan jalan kejahatan yang ditempuh para pendahulunya, Yosia mengambil jalan berbeda, sekalipun ia masih muda. Ia memerintahkan pemugaran rumah Tuhan sebagai tanda hormatnya. Lalu, kitab Taurat pun ditemukan. Ketika isinya dibacakan kepada Yosia, ia benar-benar seperti berhadapan dengan cermin yang amat terang. Semua kesalahan, penyelewengan, dan kemurtadan umat Allah terlihat jelas.

Yosia merendahkan diri di hadapan Tuhan. Ia mengoyakkan pakaiannya, sebagai tanda perkabungan. Ia mengumpulkan umat Tuhan dan menyampaikan isi Taurat itu. Ia mengadakan reformasi total dalam kehidupan keagamaan mereka. Semua praktik ibadah yang bertentangan dengan perintah Tuhan disingkirkan dan dihancurkannya (pasal 23). Ia pun dicatat sebagai raja yang benar di mata Tuhan (ay. 2). Penghukuman Tuhan urung ditimpakan.

Fungsi utama cermin adalah menolong kita memperbaiki diri dengan menunjukkan bagaimana kondisi kita yang sebenarnya. Begitu pun firman Tuhan, yaitu Alkitab. Apa yang disingkapkannya tentang hidup Anda? Perbaikan apa yang perlu Anda lakukan supaya hidup Anda selaras dengan firman-Nya? –HT

TUHAN MENYINGKAPKAN KESALAHAN KITA MELALUI FIRMAN-NYA, DAN MEMBERI KITA KUASA UNTUK MEMPERBAIKINYA.

Sumber : Renungan Harian