Kisah Para Rasul 1:6-11
Oleh : Pdt Jonathan Pattiasina

Kitab Para Rasul merupakan karya TUhan melalui gereja-Nya di akhir Zaman ini, dimulai dari kenaikan Yesus sampai pada kedatangan-Nya. Dan Kitab Kisah Para Rasul ini merupakan cerita tentang kita, cerita tentang gereja Tuhan. Kitab Kisah Para Rasul adalah sebuah kitab yang memulai sejarah kehidupan orang percaya, artinya, disinilah standard tingkah laku, standard tindakan yang harus kita perhatikan baik-baik karena mulai dari sini semua perjanjian Tuhan, semua kuasa Tuhan, semua yang dinubuatkan di Perjanjian Lama, mulai saat itu berlaku. Musa, Abraham, Daud dan orang-orang yang hebat yang dipakai TUhan dalam Perjanjian Lama mereka tunggu saat ini, dan sekarang disini hal tersebut dimulai, Disinilah manusia punya harapan, kesempatan untuk kembali lagi mewarisi apa yang telah Tuhan berikan kepada Adam sebelum dia jatuh kedalam dosa bahkan lebih besar Tuhan berikan kepada manusia dan TUhan berkata: Ini adalah saat buat orang percaya untuk mengerjakan perkara-perkara besar. Mengapa demikian? Sebab inilah yang dinantikan oleh semua yang ditulis di Perjanjian Lama. Yesus datang ke dunia ini mempunyai Tujuan, itu sebabnya kita hadir bersekutu di gereja mempunyai tujuan. Tujuan Yesus datang ke dunia ini kata Alkitab adalah untuk sekali lagi membawa kerajaan Allah kepada manusia supaya manusia hidup kembali dalam kehidupan kerajaan Allah. HIdup dalam kerajaan Allah, memiliki kuasa kerajaan, berjalan dalam kerajaan Allah, menanifestasikan karakter kerajaan Allah, semua warisan kerajaan Allah diberikan oleh Yesus Kristsus kepada kita dan semua ini tidak dimiliki oleh semua orang di Perjanjian Lama Yesus datang kedunia ini, mengembalikan hubungan manusia dengan Allah, Dia mati di kayu salib, dia tebus dosa kita, Dia berikan kita hak kerajaan Allah, Diberikan kepada kita semua warisan sampai Dia berkata dalam surat kepada Jemaat di Roma, Bahwa kalau kamu percaya kepadaKu, semua yang Aku miliki sebagai Anak juga kamu miliki. Kenaikan Tuhan Yesus adalah awal yang dahsyat dan semua kehidupan yang penuh dengan kemenangan. Ada  3 (tiga) tujuan kenaikan Yesus

Pertama : Kita mempunyai kesempatan untuk mewarisi kehidupan Semua yang Tuhan Janjikan

Kenaikan Tuhan Yesus memberikan kesempatan bagi semua orang percaya untuk menghidupi sebuah kehidupan yang lebih. Dengan kata lain, Yesus katakan : supaya kuasa yang Aku miliki kamu juga miliki bahkan lebih besar. Tujuan Dia pergi adalah untuk kita kemudian mewarisi, melakukan, menghidup semua yang Tuhan janjikan. Orang-orang di masa kini terpukau dengan keindahan kecil dari semua kemuliaan Tuhan yang ia kerjakan padahal Tuhan sediakan hal yang lebih besar bagi kita sementara kita hanya terpukau dengan hal-hal yang kecil. Tuhan ingin bersama dengan kita tetapi untuk kepentingan kita Ia berkata lebih baik bagiKu untuk pergi kepada Bapa supaya kamu mengerjakan apa yang aku kerjakan, supaya kamu mewarisi semua warisan-Ku, supaya kamu melakukan mujizat-mujizat yang lebih besar daripada yang Aku perbuat, supaya kamu menghidupi sebuah kehidupan yang penuh dengan kemenangan, supaya oleh kamu Bapa di surga dipermuliakan. Inilah kesempatan dan mendapatkan kesempatan itu adalah hal yang luar biasa. Kehilangan kesempatan adalah hal yang paling tidak nyaman dalam hidup ini tetapi kepada kita Tuhan berikan kesempatan itu.

Kedua : Tujuan Yesus naik ke surga supaya memberikan pengharapan pada kita bahwa Dia bakal datang kembali

Dalam ayat 10-11 dikatakan : Ketika mereka sedang menatap ke langit waktu Ia naik itu, tiba-tiba berdirilah dua orang yang berpakaian putih dekat mereka dan berkata kepada mereka “ Hai orang-orang Galilea, mengapakah kamu berdiri melihat ke langit ? Yesus ini, yang terangkat ke surga meninggalkan kamu, akan dating kembali denga cara yang sama seperti kamu melihat Dia naik ke Surga” KenaikanNya ke surga, harusnya memberikan kepada kita sebuah pandangan yang berbeda mengenai kehidupan ini bahwa Dia yang naik bakal datng lagi. Dan kedatanganNya sudah semakin jelas sesuai dengan nubuatan Kita Suci dan kedatanganNya pasti terjadi. Itu sebabnya kita perlu mempersiapkan diri kita. Kenaikan Tuhan Yesus seharusnya memberikan kepada kita sebuah keadaan untuk bersiap dalam menunggu kedatanganNya kembali . Pada jaman itu murid-2 bersiap untuk kedatangan Roh Kudus, dan jaman sekarang kita bersiap untuk kedatangan Yesus kembali.

Ketiga: Kenaikan Tuhan Yesus harusnya mengajar kepada kita untuk berdoa dan berpuasa lebih banyak lagi.

Karena inilah saatnya gereja membangun spiritual momentum hari kenaikan Tuhan Yesus adalah spiritual momentum buat kita. Itu sebabnya kita harus kembali melihat kedalam diri kita, seberapa banyak kita telah betul-betul hidup seperti pengantin yang tidak bersama dengan kita ? Kita terlau nyaman sehingga kalau kita berdoa seperti tidak serius. Dengan kata lain kenaikan-Nya menciptakan sesuatu didalam kita. Oleh karena itu kita perlu bangun paig-pagi sambil berkata : Tuhan aku milikMu, aku memerlukanMu Tuhan. Jangan kita tunggu sampai keadaan susah baru kita berseru pada Tuhan. Marilah mulai dari sekarang kita bangkitkan hal tersebut. Itulah iman. Dia tidak kelihatan di mata tapi Dia ada dihati kita. Lebih perlu iman untuk percaya bahwa Dia ada disini dari pada dia ada di sorga. Apakah Dia ada didalam kita?  Apakah Dia tetap ada didalam kita disaat kita menampar istri kita ? Apakah Tuhan ada didalam kita ketika kita di caci maki ? Apakah Tuhan ada didalam kita ? Kalau Dia ada didalam kita, sebuah rasa membutuhkan yang begitu luar biasa seharusnya muncul dalam kita. Dia pergi dan katakan “ Aku ada didalam kamu” …

Sumber : Gereja Duta Injil