KETEKUNAN SI PORTER (Roma 5:1-11)
Dikirim oleh : Evi Sjiane Djiun

Dan ketekunan menimbulkan tahan uji. (Roma 5:4, TB)

Pemuda miskin itu semula menjadi porter (pengangkut barang) hotel di Hong Kong. Suatu ketika ia dimarahi majikan gara-gara asyik mengamati mobil mewah seorang tamu sampai lalai bekerja. Teguran itu mencuatkan niatnya untuk memperbaiki nasib. Ia ingin jadi orang kaya, bahkan lebih kaya dari semua atasannya di hotel itu. Ia keluar dari pekerjaannya, memperdalam kungfu, dan mencoba peruntungan di dunia film. Ternyata, kariernya kemudian melejit dan kini kita mengenalnya sebagai aktor laga terkenal di Asia. Siapakah dia? Chow Yun Fat. Ketika ditanya, apa rahasia keberhasilannya, ia menjawab, “Ketekunan.”

Ketekunan memang salah satu unsur penting untuk sukses. Ketekunan mengandung arti rajin, ulet, pantang menyerah. Orang yang “tekun” biasanya “tahan banting” atau “tahan uji” (ay. 4) saat menghadapi tantangan dan masalah hidup. Contohnya Paulus sendiri. Ketekunannya bergaul erat dengan Tuhan membuatnya “tahan uji”, seperti terlihat dalam ucapannya ini, “Dalam segala hal kami ditindas, namun tidak terjepit; kami habis akal, namun tidak putus asa; kami dianiaya, namun tidak ditinggalkan sendirian, kami dihempaskan, namun tidak binasa” (2 Korintus 4:89). Luar biasa!

Ketekunan kita di dalam Tuhan tidak akan sia-sia. Ketekunan menghasilkan karakter “tahan uji” dan pada akhirnya membuahkan “pengharapan” bahwa kita pasti terluput dari murka-Nya (ay. 9). Jika saat ini kita tengah dirundung masalah, mari bertahan. Melalui “sekolah ketekunan”, kita akan berbuah bagi-Nya. –HS

KETEKUNAN ITU PAHIT, TETAPI BUAHNYA MANIS.

Sumber : Renungan Harian