KELUARGA ISTIMEWA (Kejadian 7:1-24)
Dikirim oleh : Evi Sjiane Djiun

Masuklah ke dalam bahtera itu, engkau dan seisi rumahmu, sebab engkaulah yang Kulihat benar di hadapan-Ku di antara orang zaman ini. (Kejadian 7:1)

Ketika saya berjumpa dengan teman lama, hampir selalu ada  pertanyaan mengenai keluarga. Pertanyaan yang biasanya diajukan,  “Berapa anakmu? Umur berapa saja? Apakah mereka masih bersekolah atau sudah bekerja?” Bila kita memiliki keluarga yang baik, tentu  kita akan dapat bercerita dengan bangga. Namun, pernahkah Anda membayangkan bahwa Allah bisa bangga terhadap Anda dan keluarga   Anda? Andaikan hal itu terjadi, Anda dan keluarga Anda pastilah istimewa.

Hanya Nuh dan keluarganya yang diselamatkan dari bencana air bah  yang mahadahsyat. Kita mungkin bertanya, apakah istimewanya keluarga ini? Nuh menonjol dan berbeda dari orang sezamannya karena ia benar  dan tidak bercela. Nuh juga bergaul dengan Allah (6:9; 7:1). Hal ini berbeda sekali dengan keadaan dunia saat itu yang penuh dengan  kejahatan dan kekerasan (6:5, 11). Saya membayangkan bagaimana Nuh dan keluarganya menghadapi tekanan yang berat dan cemoohan karena  tidak turut serta dalam kejahatan orang-orang pada zaman itu. Mungkin saja ia harus menanggung cercaan dan pengucilan. Ia mampu  menghadapinya karena Allah memberinya kasih karunia (6:8).

Dunia yang penuh dengan kejahatan dan kekerasan mengingatkan saya  akan perkataan Yesus tentang akhir zaman. Yesus menyamakannya dengan zaman Nuh, masa ketika banyak orang terlena dalam kejahatan (Matius  24:37-39). Kita diminta waspada dan menjaga kesalehan hidup kita. Kita dapat belajar dari kisah Nuh. Oleh kasih karunia-Nya, biarlah  keluarga kita hidup secara berbeda, menjadi terang bagi keluarga lain. –HE

KASIH KARUNIA TUHAN MEMAMPUKAN KITA HIDUP SECARA BERBEDA, TIDAK TERLENA OLEH ARUS KEJAHATAN DUNIA.

Sumber : Renungan Harian