PENGANTAR MAKANAN (Lukas 9:10-17)
Dikirim oleh : Evi Sjiane Djiun

Tetapi Ia berkata kepada mereka: “Kamu harus memberi mereka makan!” (Lukas 9:13)

Waktu kecil saya jengkel ketika Ibu menyuruh saya mengantarkan makanan untuk ayah di sawah. Saya jengkel karena harus berhenti dari keasyikan bermain dengan teman. Namun, ketika melihat ayah senang dan makan dengan lahap, rasa jengkel itu hilang seketika.

Ketika Yesus menikmati ketenangan bersama para murid (ay. 10), orang banyak mengikuti Dia. Dengan penuh belas kasih, Dia menerima mereka, mengenyangkan jiwa mereka karena Dia tahu mereka lapar secara rohani, dan memberi mereka kesembuhan (ay. 11). Ketika hari mulai malam, murid-murid meminta Yesus menyuruh mereka pergi. Orang-orang itu tentu perlu makan dan tempat menginap, padahal mereka tidak mampu menyediakannya (ay. 12). Yesus mengetahui keterbatasan itu, namun Dia meminta para murid menyediakan makanan. Mereka pun menyerahkan makanan yang tersedia, dan Yesus melipatgandakannya untuk memberi makan ribuan orang.

Kita sering menghindari, terganggu, atau merasa tidak mampu menolong. Yesus mendorong kita memberi makan. Dia tidak berkata “sebaiknya” atau “jika mungkin”, tetapi “harus” (ay. 13), yang artinya tidak boleh tidak. Yesus tahu keterbatasan kita, namun Dia menginginkan kita memiliki hati yang rela berbagi. Tidak hanya membantu sesama yang kelaparan secara jasmani, tetapi juga secara rohani. Meskipun persediaan kita tampak terbatas, serahkanlah pada Yesus. Mintalah hikmat dan pertolongan-Nya. Dia akan akan menyediakan dan mencukupkan sehingga kita mampu memberi “makan” sesama yang memerlukan bantuan. –Rellin Ayudya /Renungan Harian

YESUS MENGINGINKAN KITA MENJADI PENGANTAR “MAKANAN”

Sumber : Renungan Harian