SALURAN KASIH-NYA (1 Petrus 3:8-12)
Dikirim oleh : Evi Sjiane Djiun

Janganlah membalas kejahatan dengan kejahatan, atau caci maki dengan caci maki, tetapi sebaliknya, hendaklah kamu memberkati, karena untuk itulah kamu dipanggil, yaitu untuk memperoleh berkat. (1 Petrus 3:9)

Sikap Paus Yohanes Paulus II saat mengalami musibah Pribadi menorehkan kesan yang mendalam. Suatu ketika seorang pria berusaha membunuhnya dengan menembakkan senjata api langsung ke dadanya. Ajaib, maut tidak berhasil merenggut nyawanya. Lebih ajaib lagi,  setelah keluar dari rumah sakit, paus langsung mengunjungi pria tadi di penjara, mengampuni perbuatannya, dan mendoakannya. Sungguh  sebuah tindakan yang penuh kasih.

Firman Tuhan sering menekankan pentingnya peran kasih. Di sini  Petrus menunjukkan beberapa langkah praktis untuk mempraktekkan  kasih, baik kepada Tuhan maupun kepada sesama (ay. 8). Salah satu ciri anak Tuhan adalah tidak membalas ketika diperlakukan secara  jahat dan mengutamakan perdamaian (ay. 11). Kita merenungkan kebaikan-Nya dan mengungkapkan kebaikan-Nya itu kepada sesama. Yang memampukan dan menguatkan kita mempraktekkan kasih itu tidak lain  adalah penyertaanNya: “mata Tuhan tertuju kepada orang-orang benar, dan telinga-Nya kepada permohonan mereka yang minta tolong” (ay. 12).

Dengan gaya hidup yang penuh kasih itu, kita dapat menjadi saluran  berkat bagi sesama (ay. 7). Kita dapat memperkenalkan kasih-Nya  kepada jiwa-jiwa yang belum mengenal Dia. Saat kita melangkah dalam kerendahan hati dan kelemahlembutan, kiranya orang-orang di sekitar  kita dapat merasakan kasihNya yang mengalir melalui kehidupan kita.  Selanjutnya, kiranya kesaksian itu menggugah mereka untuk mengenal Tuhan secara pribadi. –RES

PANGGILAN HIDUP KITA ADALAH HIDUP DI DALAM KASIH-NYA DAN MENJADI SALURAN KASIH-NYA BAGI SESAMA.

Sumber : Renungan Harian