PENYEMIR DERMAWAN (Amsal 3:27-35)
Dikirim oleh : Evi Sjiane Djiun

Janganlah menahan kebaikan daripada orang-orang yang berhak menerimanya, padahal engkau mampu melakukannya. (Amsal 3:27)

Albert Lexie adalah penyemir sepatu dari Monessen, Pennsylvania, AS. Bukan tukang semir biasa, namun tukang semir yang secara dermawan menyumbangkan dana untuk badan amal. Ia bekerja di Rumah Sakit Anak di Pittsburgh sejak awal 1980-an. Sampai dengan Februari 2013, ia telah mengumpulkan uang senilai 200 ribu dolar (sekitar 1, 9 miliar rupiah) dari uang tips selama bekerja dan menyumbangkannya untuk dana perawatan bagi orang yang tidak mampu. Lexie kemudian mendapatkan sejumlah penghargaan, antara lain sebagai “All-Stars Among Us” oleh majalah People. Terbit pula buku kisah hidupnya, berjudul Albert’s Kids: The Heroic Work of Shining Shoes for Sick Children.

Untuk menjadi orang yang dermawan, kita tidak perlu menunggu sampai memiliki harta kekayaan yang berlimpah terlebih dulu. Apa yang sudah kita miliki di dalam hidup saat ini bisa kita gunakan untuk melakukan sesuatu yang bermanfaat untuk menolong orang lain. Sekecil apa pun karya yang bisa kita hasilkan, sepanjang kita melakukannya dengan penuh sukacita dan keikhlasan, tentu hal itu dapat menjadi berkat bagi orang lain.

Kita dipanggil untuk melakukan perbuatan baik bagi mereka yang membutuhkan dan berhak menerimanya. Selama kita mampu melakukannya, tidaklah patut jika kita menahan diri dalam berbuat baik (ay. 27). Kemampuan yang Tuhan karuniakan bukan hanya untuk kita gunakan bagi kepentingan diri sendiri, melainkan untuk memberkati sesama juga. Maukah kita berbagi? –WB

KEDERMAWANAN BUKAN MENGALIR DARI KELIMPAHAN, MELAINKAN DARI DALAM HATI YANG BERBELASKASIHAN.

Sumber : Renungan Harian