EKSPRESI CINTA (Yohanes 12:1-8)
Dikirim oleh : Evi Sjiane Djiun

Biarkanlah dia melakukan hal ini mengingat hari penguburan-Ku. (Yohanes 12:7)

Joe DiMaggio, pemain baseball legendaris AS yang juga suami kedua Marilyn Monroe, sangat berduka ketika mantan isterinya itu meninggal. Rupanya, Joe masih mencintai Marilyn sekalipun pernah dikhianati oleh mantan istrinya itu. Joe pun memutuskan untuk menangani semua urusan pemakaman Marilyn dan selama 20 tahun berikutnya, seminggu tiga kali Joe meletakkan selusin mawar merah di kuburan Marilyn.

Cinta atau kasih sayang memungkinkan seseorang melakukan hal yang sepertinya tidak logis. Begitu pula yang dilakukan Maria ketika mengurapi kaki Yesus dengan minyak narwastu yang mahal harganya. Agak berbeda dengan Joe yang mengirim selusin mawar ke pusara mantan istrinya, Maria mengurapi kaki Yesus untuk mengingat hari penguburan Yesus. Ya, tidak lama setelah peristiwa di rumah Lazarus itu, Yesus menggenapi misi agung-Nya dengan memberikan nyawa-Nya di kayu salib. Mengenai peristiwa ini, Markus mencatat perkataan Yesus: “Sesungguhnya di mana saja Injil diberitakan di seluruh dunia, apa yang dilakukannya ini akan disebut juga untuk mengingat dia” (Mrk 14:9).

Jika seseorang sungguh mencintai, ia akan mengekspresikannya tanpa memikirkan untung atau rugi. Joe mengungkapkan cintanya kepada Marilyn dengan memberikan selusin bunga mawar. Maria merelakan minyak yang mahal sebagai ungkapan cinta kepada Tuhannya. Kita juga bisa mengungkapkan cinta kepada Tuhan, pasangan, orangtua, anak, maupun kepada sesama kita. Mari ungkapkan cinta kita selagi orang-orang yang kita kasihi masih hidup, supaya kelak tidak ada penyesalan. –WSP

CINTA YANG SEJATI MEMBERI TANPA PAMRIH, TANPA MEMPERHITUNGKAN UNTUNG ATAU RUGI.

Sumber : Renungan Harian