MENGENAL SANG TUAN (1 Samuel 3:1-10)
Dikirim oleh : Evi Sjiane Djiun

Samuel belum mengenal TUHAN; firman TUHAN belum pernah dinyatakan kepadanya. (1 Samuel 3:7)

Orang yang terlibat dalam pelayanan seharusnya mengenal Allah dengan baik. Kenyataannya tidak selalu begitu. Ada orang yang pandai bernyanyi, lantas diberi kesempatan untuk memimpin pujian. Ada orang yang mahir bermain musik, lalu dipercaya mengiringi pujian dalam kebaktian. Hanya karena telah terlibat dalam pelayanan, bukan berarti mereka telah dewasa rohani.

Samuel kecil melayani di rumah Tuhan di bawah pengawasan imam Eli sejak ia disapih ibunya (ay. 1). Samuel sendiri merupakan anak yang di nazarkan Hana untuk melayani Tuhan sejak ia dikandung. Ironisnya, ia belum mengenal Tuhan secara pribadi (ay. 7). Ketika Tuhan berbicara kepadanya, ia tidak mengenal-Nya. Hal itu terjadi sampai tiga kali. Setelah itu, barulah imam Eli mengajarinya apa yang seharusnya dilakukan ketika Tuhan bersabda. Sejak itu, Samuel memiliki hubungan yang sangat intim dengan Tuhan. Ia makin besar dalam penyertaan Tuhan (ay. 19) hingga akhirnya menjadi hakim terkemuka di Israel.

Tanpa pengenalan yang benar dengan Tuhan, mustahil untuk menyenangkan hati-Nya. Karena itu, kita harus berusaha semakin mengenal Allah, agar dapat melayani-Nya dengan lebih baik. Anda juga dapat berperan seperti imam Eli, memperkenalkan Tuhan pada seseorang, termasuk mereka yang telah melayani-Nya, namun belum sungguh-sungguh mengenal-Nya. Barangkali, tuntunan Anda yang sederhana itu dapat membawa mereka menuju kedewasaan rohani sehingga mereka menjadi orang yang berdampak besar bagi kemuliaan Tuhan. –HT

SEMAKIN KITA MENGENAL TUHAN, SEMAKIN KITA DAPAT MELAYANI-NYA DENGAN LEBIH BAIK.

Sumber : Renungan Harian