ALLAH PERLU DIBELA? (Matius 26:47-56)
Dikirim oleh : Evi Sjiane Djiun

Atau kausangka bahwa Aku tidak dapat berseru kepada Bapa-Ku, supaya Ia segera mengirim lebih dari dua belas pasukan malaikat membantu Aku? (Matius 26:53)

Akhir-akhir ini ada kelompok ini itu yang suka melakukan penggeledahan, penggerebekan, penyisiran, penyerangan, dan  pembunuhan. Dalam melakukan tindakannya, para pelaku itu cenderung bertindak keras, brutal, dan bahkan anarkis. Anehnya, semua itu  mereka lakukan dengan dalih membela agama atau Allah. Pertanyaannya: benarkah Allah perlu dibela?

Ya, masakan Dia perlu ditolong manusia? Dia punya cara tersendiri  untuk membela diri-Nya. Peristiwa di Taman Getsemani menyodorkan  suatu jawaban yang unik. Sebelum Yesus ditangkap, Petrus berusaha membela-Nya dengan menetak putus telinga Malkhus. Bagaimana reaksi  Yesus? Dia malah menegur Petrus dan menyembuhkan hamba Imam Besar  itu (ay. 52-54). Sebelumnya, Yesus juga pernah menegur Petrus yang berusaha menggagalkan rencana keselamatan-Nya (Mat. 16:22-23).  Akhirnya, ketika Dia tergantung di kayu salib, Allah Bapa malah “meninggalkan-Nya” (Mat. 27:46).

Tetapi, justru itulah cara Allah membela-Nya! Ketika Dia tidak mau  dibela Petrus, dan tidak mau memanggil “lebih dari dua belas pasukan  malaikat” (ay. 53), juga ketika Ia berdiam diri saat diadili, itulah  saat Allah “membiarkan-Nya mati” agar rencana keselamatan itu bisa  terwujud. Bayangkan, seandainya Allah melepaskan-Nya, maka gagallah rencana itu dan tiada jalan bagi kita beroleh keselamatan.

Allah Bapa dan Allah Anak “sengaja tidak membela diri”, namun  sesungguhnya itulah pembelaan-Nya terhadap rencana keselamatan yang  sudah dirancang-Nya demi kita. Maka, Allah tak perlu dibela! –HS

KITALAH YANG SESUNGGUHNYA DIBELA ALLAH, BUKAN KITA YANG MEMBELA DIA!

Sumber : Renungan Harian