DIANGGAP BODOH (1 Korintus 1:18-31)
Dikirim oleh : Evi Sjiane Djiun

Tetapi apa yang bodoh bagi dunia, dipilih Allah untuk memalukan orang-orang yang berhikmat… (1 Korintus 1:27)

Kisah sukses orang bodoh tidak ada habisnya. Mereka mampu menyulap label bodoh menjadi kisah inspiratif yang mengundang decak kagum. Salah satunya Sir John Gurdon, peraih Nobel dalam bidang Psikologi  dan Obat-obatan tahun 2012. Ketika berusia 15 tahun ia dilabeli bodoh. Ia pernah menduduki posisi paling akhir dari 250 anak dalam  mata pelajaran Biologi dan ilmu alam lainnya. Namun, Sir John Gurdon sudah bertransformasi. Kini ia mendapatkan pengakuan dunia atas  pencapaian ilmiahnya.

Bagi dunia, Injil itu suatu kebodohan (ay. 23). Mengapa? Dunia  menganggap kepercayaan kepada Kristus sebagai kekonyolan. Bagaimana  mungkin seorang yang mati bisa dianggap hidup? Bagaimana orang yang disalibkan dianggap juru selamat? Bagaimana seorang manusia bisa  menjadi Allah? Bagi dunia, kepercayaan semacam itu sama sekali tidak  masuk akal. Hanya orang bodoh yang meyakininya.

Namun, syukur kepada Allah, Anda dan saya tidak perlu cemas. Allah  berjanji bahwa Dia akan memakai orang-orang yang bodoh untuk  mempermalukan dunia (ay. 27). Tuhan rindu untuk menyatakan diri-Nya kepada dunia. Dan, Dia hendak memakai orang yang cukup bodoh untuk  memercayai berita Injil guna menyatakan kebesaran dan keagungan-Nya.  Melalui kehidupan orang percaya, dunia akan melihat bagaimana kuasa dan anugerah-Nya bekerja. Dunia akan menyaksikan bahwa percaya pada  Kristus itu ternyata bukan tindakan bodoh seperti tuduhan mereka. Siapkah kita dianggap bodoh oleh dunia karena berpegang teguh pada  Kristus? –MP

DIANGGAP BODOH OLEH DUNIA ADALAH KEUNTUNGAN KARENA, DENGAN ITU, ORANG AKAN MELIHAT KEBESARAN ALLAH, BUKAN KEBESARAN KITA.

Sumber : Renungan Harian