LEGA DENGAN MENGAKU (Mazmur 51:1-19)
Dikirim oleh : Evi Sjiane Djiun

Kurban sembelihan kepada Allah ialah jiwa yang hancur; hati yang patah dan remuk tidak akan Kaupandang hina, ya Allah. (Mazmur 51:19)

Seorang anak tanpa sengaja merusakkan laptop pemberian orangtuanya. Ia dilanda rasa bersalah, ketakutan, dan sekaligus  mengalami kesulitan dalam mengerjakan tugas sekolahnya. Tetapi, ia takut menceritakan masalah. Ia malah terus berusaha menghindar  meskipun hatinya tidak pernah tenang dan hidupnya menjadi susah. Akhirnya, ia memutuskan untuk mengaku, siap dimarahi dengan segala  risikonya. Leganya, sang ayah justru memberikan solusi untuk memperbaiki laptop itu.

Daud berbuat dosa yang begitu keji. Bukan hanya berzinah dengan  Batsyeba, ia kemudian membunuh suami perempuan itu, Uria (ay. 1).  Meskipun menyadari pelanggarannya, pada awalnya ia menutupinya sehingga terus bergumul dengan dosa itu (ay. 3). Pada akhirnya, Daud  mengerti bagaimana ia dapat mengakhiri pergumulannya. Ia tahu kepada siapa ia harus datang. Ya, ia memohon dengan sungguh-sungguh kepada  Tuhan, agar hidupnya dipulihkan (ay. 9-15). Ia menyesal dan berduka  atas kejahatan yang telah ia perbuat. Daud sadar, hanya Tuhan yang dapat memulihkan hidupnya dari dosa tersebut.

Kita pun tak ayal pernah atau sering melakukan pelanggaran. Tidak ada gunanya kita menjauh dari Tuhan. Semakin menjauh, kita semakin terasing, hati kosong, tidak tenang, dan tertekan. Tuhan  menginginkan kita berbalik kepada-Nya. Dengan hati yang hancur, rela  untuk bertobat, dan memohon anugerah-Nya agar dimampukan untuk tidak mengulangi lagi pelanggaran tersebut. Dalam pengampunan-Nya, kita dapat kembali menatap ke depan dengan penuh rasa syukur. –US

MENGAKUI DOSA DAN BERTOBAT MELEPASKAN KITA DARI TUNTUTAN RASA BERSALAH.

Sumber : Renungan Harian