MENULISKAN KARYA KRISTUS
Dikirim oleh : Evi Sjiane Djiun

Masih banyak lagi hal-hal lain yang diperbuat oleh Yesus, tetapi jikalau semuanya itu harus dituliskan satu per satu, kupikir dunia ini tidak dapat memuat semua kitab yang harus ditulis itu. (Yohanes 21:25)

Sebelumnya, kesaksian Yohanes dalam Yohanes 21:25 ini sama sekali tak berkesan bagi saya. Tiap kali membaca bagian ini, saya selalu  melewatkannya begitu saja. Sampai suatu ketika, dalam pelatihan menulis renungan, saya berwaktu teduh dengan menggunakan bacaan yang terbilang pendek ini. Momen kebersamaan dengan para penulis  kristiani memberikan makna yang indah sekaligus menggetarkan bagi  saya.

LAI menjuduli perikop ini “Kata Penutup”. Ya, kata penutup atas  seluruh tulisan Yohanes tentang perjalanan pelayanan Yesus di dunia.  Yohanes telah mengalami dan menjalani hidup bersama Yesus –bahkan ia disebut sebagai murid yang dikasihi.Namun demikian, Yohanes  menyadari bahwa tulisannya itu hanyalah catatan pendek dan singkat  atas pelayanan Yesus. Dan, andaikan ia punya waktu untuk menuliskan  semuanya, ia pun mengakui bahwa “jikalau semuanya itu harus  dituliskan satu per satu, kupikir dunia ini tidak dapat memuat semua kitab yang harus ditulis itu” (ay. 25). Pernyataan ini tepat dan  memuat kebenaran. Ini bentuk pujian yang layak mengenai  perbuatan-Nya, Sang Firman Allah, di dunia.

Media tulisan adalah salah satu media yang sangat efektif dalam menjangkau dunia bagi Kristus. Tak selalu harus berupa buku; kini  tersedia media online yang memungkinkan perluasan penyebaran pesan lewat tulisan. Siapa saja dapat mengambil bagian, menjadi saksi  tentang Yesus dan karya-karya-Nya. Kita dapat memaksimalkan penggunaan media itu untuk memenuhi dunia ini dengan kebesaran dan  kebenaran Kristus. –Sunandar

DUNIA TAK DAPAT MENAMPUNG BANYAKNYA KISAH TENTANG YESUS DI DUNIA, MAKA TERUSLAH MENCERITAKAN-NYA SEPANJANG USIA.

Sumber : Renungan Harian