SELUMBAR
Dikirim oleh : Evi Sjiane Djiun

Mengapakah engkau melihat selumbar di mata saudaramu, sedangkan balok di dalam matamu tidak engkau ketahui? (Matius 7:3, TB)

Selumbar, atau dalam bahasa Yunaninya karfos, serumpun dengan kata kerja karfo “menjadi kering”. Kata benda ini berarti tampuk, tangkai  atau ranting kecil dan kering, serpihan jerami kecil, atau sehelai rambut atau bulu, yang mungkin terbang dan masuk ke mata. Secara kiasan kata itu dipakai Yesus untuk mengartikan kesalahan yang  kecil. Lawannya adalah balok, kiasan untuk kesalahan besar yang  mencolok.

Yesus mengecam kebiasaan mencela kesalahan orang lain sementara mengabaikan kesalahan diri sendiri. Orang percaya perlu tunduk kepada standar kebenaran Allah sebelum berusaha untuk meneliti dan memengaruhi perilaku orang Kristen lain (ay. 3-5). Menghakimi dengan cara yang tidak adil mencakup mengecam seseorang yang berbuat salah,  tanpa keinginan untuk melihat orang itu kembali kepada Allah dan jalan-Nya. Kita mengecam tanpa menawarkan solusi.

Baik dilakukan secara sadar maupun tidak, tindakan menghakimi lumrah terjadi dalam kehidupan sehari-hari. Orang dengan mudah melihat  kesalahan orang lain, bahkan kesalahan yang sangat kecil seperti selumbar sekalipun. Sebaliknya, orang itu tidak menyadari kesalahan  besar atau balok di dalam dirinya. Firman Tuhan mendorong kita untuk  terlebih dahulu mengeluarkan balok tersebut. Artinya, menyadari  kesalahan kita dan meminta anugerah Tuhan agar mampu meninggalkannya. Dengan demikian, kita diperlengkapi untuk menolong  orang lain mengatasi kesalahannya, mengeluarkan selumbar dari matanya, dengan sikap yang lemah lembut, bukan menghakimi. –Wahyu Barmanto

KETIKA KITA MENYADARI KELEMAHAN DIRI, KITA TIDAK AKAN MENGHAKIMI KESALAHAN ORANG LAIN.

Sumber : Renungan Harian