PAKAI “SABUN”-NYA
Dikirim oleh : Evi Sjiane Djiun

Kristus Yesus telah ditentukan Allah menjadi jalan pendamaian karena iman, dalam darah-Nya. (Roma 3:25)

Dalam sebuah acara TV, seorang ateis menantang Reinhard Bonnke: “Kisah tentang darah Yesus sudah diberitakan selama 2.000 tahun, dan jika memang ada kuasa dalam darah itu, seperti kata Anda, tentunya keadaan dunia tidak akan sejahat sekarang ini.” Oleh hikmat Tuhan, Bonnke—penginjil ternama itu—menjawab, “Tuan, di dunia ini ada banyak pabrik sabun, tetapi masih saja ada banyak orang yang bertubuh kotor. Sabun tidak akan membersihkan, jika ia tidak dipakai. Bahkan para pekerja pabrik sabun juga tak akan menjadi bersih, jika mereka tak memakainya. Jadi, pakailah. Mandilah dengan sabun. Serupa dengan itu, Anda harus mengizinkan darah Yesus membasuh hidup Anda yang berdosa, baru Anda akan dapat bernyanyi, ‘Ada kuasa di dalam darah-Nya!’”

Benar, keadaaan manusia berdosa sangatlah mengenaskan. Tak ada seorang pun yang benar (ay. 10). Tak ada yang mencari Allah (ay. 11). Tak ada yang berbuat baik (ay. 12). Mulut mereka menipu dan penuh sumpah serapah (ay. 13, 14). Mereka menumpahkan darah (ay. 15). Mereka tidak mau berdamai (ay. 17). Mereka tidak takut akan Allah (ay. 18). Siapa yang tidak gerah melihat kondisi semacam ini? Seolah-olah tak ada lagi harapan.

Namun, Allah menyediakan jalan ajaib di tengah kondisi putus asa tersebut: “yaitu kebenaran Allah karena iman dalam Yesus Kristus bagi semua orang yang percaya” (ay. 22). Perhatikan bagian terakhir: bagi semua orang yang percaya. Bagian Allah adalah menyediakan penebusan. Bagian kita adalah menerima dan mengimani penebusan-Nya itu! –Agustina Wijayani

SEPERTI SABUN YANG AKAN BERFUNGSI KETIKA DIPAKAI, BEGITU JUGA KESELAMATAN DITERIMA KETIKA KITA BERIMAN.

Sumber : Renungan Harian