KESAKSIAN TUKANG PIJAT
Dikirim oleh : Evi Sjiane Djiun

Jadi, janganlah malu bersaksi tentang Tuhan kita dan janganlah malu karena aku, seorang hukuman karena Dia, melainkan ikutlah menderita bagi Injil-Nya oleh kekuatan Allah. (2 Timotius 1:8)

Untuk memenuhi kebutuhan keluarga, Bu Retno membantu suaminya dengan bekerja sebagai tukang pijat. Sambil memijat, Bu Retno suka  menceritakan pengalaman pribadinya dalam mengikuti Tuhan. Saya mengetahui kisahnya dari salah seorang pelanggan yang sangat terkesan oleh antusiasme Bu Retno saat bersaksi tentang kebaikan Tuhan. Sungguh mengharukan dan mengagumkan. Sebagai tukang pijat, Bu Retno memiliki hati seorang murid Kristus yang tidak malu untuk bercerita tentang kebaikan Tuhan.

Paulus mengingatkan kepada Timotius untuk tidak malu bersaksi tentang Tuhan. Penekanannya adalah bersaksi tentang kebaikan Tuhan.  Tentang karya keselamatan-Nya. Tentang keterlibatan Tuhan dalam kehidupan kita. Tuhan memberikan kekuatan yang memampukan setiap  orang melewati segala macam keadaan. Dengan demikian, setiap orang  tentu memiliki pengalaman akan pekerjaan Tuhan dalam hidupnya. Itulah bekal kesaksian kita. Fokusnya pada kebaikan Tuhan, bukan kehebatan diri kita.

Sebagai pengikut Kristus, kita dapat menjadi saksi di lingkungan  masing-masing, apa pun pekerjaan yang kita geluti. Kesaksian kita akan semakin efektif ketika didukung tindakan yang mencerminkan kebenaran firman Tuhan. Sederhananya, sebagai saksi Kristus, kita  perlu menjadi pelaku firman Tuhan, mewujudkan kabar baik yang kita sampaikan. Kesaksian yang demikian kiranya menjadi berkat bagi  banyak orang. Melalui kesaksian itu, kiranya semakin banyak orang yang menyadari kebaikan Tuhan dan menyambut karya keselamatan-Nya.  –Wahyu Barmanto

KESAKSIAN YANG EFEKTIF BERFOKUS PADA KEBAIKAN TUHAN, BUKAN PADA KEHEBATAN PRIBADI KITA.

Sumber : Renungan Harian