PERLU KEBERANIAN
Dikirim oleh : Evi Sjiane Djiun

TUHAN yang telah melepaskan aku dari cakar singa dan dari cakar beruang, Dia juga akan melepaskan aku dari tangan orang Filistin itu. (1 Samuel 17:37a)

Pengalaman Anda apa? Itulah pertanyaan yang sering diajukan kepada calon karyawan pada suatu instansi. Kemampuan seseorang biasanya bisa diukur dari pengalaman yang ia miliki. Orang yang lebih dewasa biasanya juga memiliki pengalaman lebih banyak daripada orang yang  lebih muda. Apakah hal ini juga berlaku dalam pelayanan?

Daud pernah diremehkan kemampuannya ketika berada di medan peperangan. Ia hanya seorang gembala domba, masih muda, dan tidak  memiliki pengalaman perang (ay. 28, 33). Daud dianggap tidak cocok berada di medan peperangan. Ia bukan orang yang sepadan untuk  menghadapi Goliat karena ia kalah pengalaman. Jika para prajurit yang terlatih itu saja ketakutan, bagaimana mungkin ia berani menghadapinya (ay. 24)? Akan tetapi, Daud menganggap pengalamannya  menggembalakan domba cukup untuk menghadapi Goliat (ay. 34-36).   Dalam pengalaman itu ia menyaksikan kuasa Allah yang membangkitkan keberaniannya. Begitulah. Ia tidak maju berperang dengan keberanian yang membabi buta, melainkan dengan disertai keyakinan akan penyertaan Allah, yang akan membela umat pilihan-Nya (ay. 36).

Apakah Anda merasa masih muda dan miskin pengalaman? Jangan takut mengambil bagian dalam pelayanan. Pengalaman pelayanan memang berguna, tetapi ada kalanya pengalaman saja tidak cukup. Jika Tuhan  memanggil kita untuk melayani, Dia akan menyertai dan memperlengkapi kita. Tuhan dapat memakai siapa saja yang bersedia mengandalkan  kuasa-Nya. Dia akan memampukan orang itu untuk melaksanakan tugas-Nya. –Yakobus Budi Prasojo

PADA SAAT TANTANGAN DI SEKITAR KITA MEMBANGKITKAN KETAKUTAN, PENYERTAAN TUHAN AKAN MEMBANGKITKAN KEBERANIAN DALAM HATI KITA.

Sumber : Renungan Harian

Advertisements