D.L. MOODY DAN SEPATU (Yohanes 13:1-20)
Dikirim oleh : Evi Sjiane Djiun

Jadi jikalau Aku, Tuhan dan Gurumu, membasuh kakimu, maka kamu pun wajib saling membasuh kakimu. (Yohanes 13:14)

Serombongan besar pendeta Eropa menghadiri Konferensi Alkitab D.L. Moody di Massachusetts pada akhir 1800-an. Sesuai dengan tradisi Eropa, mereka biasa menaruh sepatu di luar kamar, agar malamnya para pelayan bisa membersihkan dan menyemirnya. Mereka lupa sedang berada di Amerika, yang tidak mengenal tradisi itu. Melihat hal ini, Moody meminta bantuan beberapa siswa untuk membersihkan sepatu-sepatu itu, tapi mereka enggan. Supaya tidak mempermalukan para tamu, Moody –sang penginjil ternama itu– mengumpulkan semua sepatu lalu membersihkan dan menyemir semuanya, di dalam kamarnya. Tanpa sengaja seorang teman masuk ke kamarnya dan melihat apa yang ia lakukan.

Esok paginya para tamu sudah memakai sepatu yang mengilap, tanpa tahu siapa yang membersihkannya. Moody tidak memberi tahu siapa pun. Namun, teman yang memergoki Moody memberi tahu beberapa orang sehingga selama sisa konferensi itu mereka bergantian membersihkan sepatu para tamu diam-diam.

Saat Yesus dan para murid makan bersama menjelang penyaliban, Dia menanggalkan jubah-Nya dan membasuh kaki para murid. Tanpa ragu Dia memberikan teladan tentang berhati hamba meskipun Dia adalah Tuhan dan Guru. Mengapa? Sebab para murid sangat perlu kerendahan hati dalam melayani. Seorang pelayan siap berada di tempat yang lebih rendah. Siap melakukan tugas yang tak nyaman. Siap melayani meski tak banyak dihargai.

Setiap kita sesungguhnya juga adalah pelayan Kristus. Bersediakah kita melayani dan berhati hamba seperti Dia? –Agustina Wijayani

BILA ORANG BERPUSAT PADA DIRI SENDIRI, IA BISA TINGGI HATI. BILA ORANG BERPUSAT PADA KRISTUS, IA SEMAKIN RENDAH HATI.

Sumber : Renungan Harian