NAMA YESUS (Markus 10:46-52)
Dikirim oleh : Evi Sjiane Djiun

Ketika didengarnya bahwa itu adalah Yesus orang Nazaret, mulailah ia berseru, “Yesus, Anak Daud, kasihanilah aku!” (Markus 10:47)

Suatu kali saya mendapat perintah dari atasan di  kantor untuk memanggil salah seorang rekan kerja saya untuk segera menghadapnya.  Ketika saya menyampaikan pesan ini dengan menyebut nama atasan tersebut, reaksinya terlihat jelas. Ekspresi wajahnya tampak  terkejut, dan ia tergesa-gesa menuju kantor atasan.

Bartimeus, pengemis yang buta itu, memahami benar betapa berkuasanya  nama Yesus. Sekalipun tidak melihat, namun ia mendengar dan percaya!  Ya, ia hanya mendengar dari cerita orang tentang Yesus yang telah  melakukan banyak mujizat kesembuhan. Dari mendengar, Bartimeus beriman. Iman itulah yang memberinya keyakinan bahwa Yesus mampu  memberinya kesembuhan. Ketika kesempatan itu tiba, saat didengarnya bahwa Yesus tiba di Yerikho dan akan melewatinya, ia pun mulai  memanggil-Nya dengan suara keras, “Yesus, Anak Daud, kasihanilah Aku!” (ay. 47). Imannya kepada nama Yesus, nama yang penuh kuasa  itu, terbukti memberinya kesembuhan. Iman itu memberinya mukjizat (ay. 52).

Kita dengan mudah mengucapkan nama Yesus dalam lagu pujian atau doa  kita. Setiap kali kita mengakhiri sebuah doa, kita akan berkata,  “Dalam nama Yesus atau demi nama Yesus. Amin!” Tahukah kita bahwa penyebutan nama itu bukanlah sekadar pengakuan kosong, tetapi sebuah  pengakuan iman bahwa Dia berkuasa dan hadir dalam diri kita? Marilah  kita menyadari betapa mulianya nama Yesus itu sehingga kita memberikan penghormatan yang selayaknya. –Samuel Yudi Susanto

NAMA YESUS ADALAH NAMA YANG PENUH KUASA, PERLAKUKANLAH DENGAN PENGHORMATAN YANG SELAYAKNYA

Sumber : Renungan Harian