DEWA KAERUS (Ibrani 12:1-17)
Dikirim oleh : Evi Sjiane Djiun

Sebab kamu tahu bahwa kemudian, ketika ia hendak menerima berkat itu, ia ditolak, sebab ia tidak beroleh kesempatan untuk memperbaiki kesalahannya, sekalipun ia mencarinya dengan mencucurkan air mata. (Ibrani 12:17)

Dalam mitologi Yunani, Kaerus atau dewa kesempatan digambarkan sebagai dewa yang paling sibuk. Selalu berlari kencang, kakinya  bersayap, badan dan kepalanya licin, hanya tersisa sedikit jambulnya. Orang yang bisa menangkap jambulnya akan dianugerahi  kesenangan, dikabulkan apa saja permintaannya.

Sehubungan dengan kesempatan, ada orang bodoh yang menyia-nyiakan  kesempatan, orang kebanyakan yang menanti kesempatan, dan orang bijak yang menyongsong kesempatan. Ada pula orang yang secara cerdik  menciptakan kesempatan. Ada banyak kesempatan yang tersedia, dan kita ditantang untuk mendayagunakannya. Keadaan buruk sekalipun  dapat menjadi pintu kesempatan untuk berbuat baik.

Nah, bagaimana kita memaknai kesempatan ini? Ada orang yang seperti  Esau, yang menyia-nyiakan kesempatan yang Allah berikan. Ada pula orang yang memakai kesempatan untuk meraih kekayaan  sebanyak-banyaknya, kekuasaan sebesar-besarnya, ketenaran  sehebat-hebatnya, dan kehormatan setinggi-tingginya sehingga orang mengaguminya sebagai orang yang memiliki segala-galanya. Sebaliknya,  orang yang menghargai anugerah keselamatan Allah menggunakannya sebagai kesempatan untuk hidup tak bercacat dan bernoda di  hadapan-Nya (ay. 2-6, 16-17), untuk melayani seorang akan yang lain (Gal. 5:13), untuk berbuat baik (Gal. 6:10), dan untuk memberitakan  Injil keselamatan pada orang lain, baik atau tidak baik waktunya (2 Tim. 4:2).  Bagaimanakah kita mendayagunakan kesempatan yang Allah anugerahkan? –Susanto

ORANG BODOH MEMAKAI KESEMPATAN UNTUK MEMUASKAN KEDAGINGAN; ORANG BENAR MEMAKAI KESEMPATAN UNTUK MEMULIAKAN ALLAH.

Sumber : Renungan Harian