MENERIMA YANG DITOLAK (Lukas 19:1-10)
Dikirim oleh : Evi Sjiane Djiun

Sebab Anak Manusia datang untuk mencari dan menyelamatkan yang hilang. (Lukas 19:10)

Sebagai anak, saya mengagumi banyak hal dalam diri Ibu saya. Salah satunya adalah sifat welas asihnya. Suatu saat, misalnya, Ibu  bersedia menampung salah satu kerabatnya. Padahal, orang itu telah ditolak oleh keluarganya sendiri karena kelakuannya yang dianggap  tidak patut.

Pemungut cukai adalah orang Yahudi yang bekerja pada pemerintah Roma  sehingga dipandang sebagai pengkhianat. Begitu juga dengan Zakheus. Sebagai pemungut cukai, ia ditolak masyarakat dan dianggap  memperkaya diri dengan memeras bangsanya sendiri. Akan tetapi, Yesus bersedia menumpang di rumahnya. Tentu saja sikap Yesus ini membuat  orang banyak tidak senang. Menurut mereka, kesediaan Yesus singgah di rumah Zakheus menandakan penerimaan, sedangkan mereka menganggap  Zakheus sepantasnya ditolak.

Tindakan Yesus tersebut sesungguhnya untuk menyatakan bahwa anugerah  Allah berlaku bagi semua orang yang berdosa dan terbuang. Dia datang ke dunia untuk mencari dan menyelamatkan yang sesat. Dan, karena  Yesus menerimanya, Zakheus bertobat. Anugerah Allah mengubah hidupnya.

Di tengah kita pun biasanya ada orang yang dipinggirkan oleh  masyarakat. Mungkin karena status sosial, gaya hidup, atau tingkah lakunya. Janganlah kita ikut-ikutan mengucilkan orang itu; sebaliknya, kita perlu belajar untuk mengasihi dan menerimanya.  Biarlah ia mendengar dan mengalami kabar baik bahwa Yesus Kristus datang untuk mencari dan menyelamatkan yang hilang. Kiranya, seperti  Zakheus, ia pun menanggapinya dengan sukacita. –Eddy Nugroho

KITA SEMUA MANUSIA BERDOSA YANG SEPANTASNYA DITOLAK, NAMUN YESUS KRISTUS MERENGKUH KITA DENGAN ANUGERAH-NYA.

Sumber : Renungan Harian