BUAH APA? (Yohanes 15:1-8)
Dikirim oleh : Evi Sjiane Djiun

Dalam hal inilah Bapa-Ku dimuliakan, yaitu jika kamu berbuah banyak dan dengan demikian kamu adalah murid-murid-Ku. (Yohanes 15:8)

Suatu kali setelah seorang pendeta berkhotbah, seorang ahli bahasa menghampiri dia. Ahli bahasa ini mengatakan bahwa ia mencatat banyak  sekali kesalahan yang pendeta tersebut lakukan dalam menggunakan bahasa yang baik dan benar. Pendeta itu menjawab, “Dengan kebodohan saya, saya telah mencoba sedapat mungkin untuk melayani Tuhan.  Dengan kepandaian Anda, apa yang sudah Anda perbuat bagi Tuhan?”

Sebanyak 7 kali kata berbuah disebutkan dalam perikop ini. Hal ini  menunjukkan betapa besarnya keinginan Tuhan agar setiap orang  Kristen menghasilkan banyak buah bagi-Nya. Tuhan Yesus menegaskan, berbuah adalah salah satu ciri dari seorang pengikut Kristus (ay.  8). Adapun yang perlu kita lakukan untuk dapat berbuah adalah tinggal di dalam Tuhan Yesus (ay. 4-5). Adanya hubungan yang hidup  dan erat antara kita dan Tuhan Yesus itulah yang menjadikan hidup kita berbuah. Adapun yang menjadi bagian Tuhan adalah membersihkan  kita agar lebih banyak berbuah (ay. 2).

Tuhan menginginkan hidup kita menghasilkan buah bagi-Nya. Buah yang  seperti apa? Kehidupan yang berubah dan perbuatan yang memuliakan nama Tuhan. Sudahkah kita berbuah bagi Tuhan? Membawa jiwa kepada  Tuhan, memancarkan kasih dalam tindakan nyata sehari-hari, mengerjakan tugas dengan jujur, itu adalah beberapa contoh perbuatan  yang memuliakan Tuhan kita. Karena itu, tinggallah di dalam Kristus, bangunlah hubungan yang erat dengan Dia, agar buah-Nya semakin nyata  dalam hidup kita. –IRF

KITA ADALAH RANTING, YANG HANYA BERBUAH DENGAN MELEKAT PADA POKOK ANGGUR.

Sumber : Renungan Harian