TUHAN PEMBELAKU (Mazmur 35)
Dikirim oleh : Evi Sjiane Djiun

Ya, TUHAN, siapakah yang seperti Engkau, yang melepaskan orang sengsara dari tangan orang yang lebih kuat dari padanya…? (Mazmur 35:10)

Pengadilan di negeri ini bagai pasar. Keadilan diperjualbelikan. Mafia hukum berkeliaran menjadi perantara. Kenyataan ini  memperlihatkan kepada kita, betapa buruk sistem peradilan di negara ini. Pertanyaannya adalah, kepada siapa lagi kita dapat datang untuk mencari keadilan?

Pemazmur memilih meminta keadilan pada Tuhan. Ia memulai gugatannya  atas orang-orang fasik yang menyerangnya dengan gugatan palsu. Ia meminta Tuhan membela perkaranya. Pemazmur menggugat karena mereka  senang berbuat jahat dan menghancurkan orang lain yang tidak bersalah. Mereka juga membalas kebaikan dengan kejahatan, padahal  pemazmur telah berlaku sangat baik terhadap mereka. Ini menyakitkan, bahkan seperti pengkhianatan bagi pemazmur. Mazmur ini bukan ratapan  orang yang dirundung kepedihan dan putus asa, sebaliknya pemazmur sangat yakin bahwa ia dapat mengandalkan keadilan Tuhan. Tuhan  menjadi Pembelanya. Pemazmur percaya ia akan memenangkan perkaranya dan para musuh akan terbukti kesalahannya.

Dunia bisa berlaku tidak adil dan menutup mata terhadap kebenaran.  Dunia bisa menindas dan memfitnah orang benar. Namun, Tuhan menjaga dan membela umat yang Dia kasihi. Sebagai orang percaya, kita harus  memelihara hidup kudus, menegakkan keadilan, serta membela orang yang lemah dan tertindas. Jangan biarkan orang jahat menemukan celah  untuk mendakwa kita dan mempermalukan nama Tuhan. Lakukanlah kebenaran dan berharaplah hanya kepada Tuhan karena Dia benar dan  adil. –ENO

KETIKA KITA BERJALAN DALAM KEBENARAN DAN KEADILAN, KITA HIDUP DALAM PERLINDUNGAN DAN PEMBELAAN TUHAN.

Sumber : Renungan Harian