MANUSIA SATU BUKU (Yosua 1:1-9)
Dikirim oleh : Evi Sjiane Djiun

Janganlah engkau lupa memperkatakan kitab Taurat ini, tetapi renungkanlah itu siang dan malam, supaya engkau bertindak hati-hati sesuai dengan segala yang tertulis di dalamnya… (Yosua 1:8)

John Wesley (1703-1791), pelopor gerakan Metodis dari Inggris, adalah seorang pencinta buku. Ia mengenyam pendidikan yang baik di  Universitas Oxford dan memiliki wawasan keilmuan yang luas. Buku kesehatan yang ditulisnya terjual laris. Ia bisa menjadi kaya dari  royalti bukunya, namun ia menyumbangkannya untuk pelayanan. Dalam salah satu khotbahnya, ia menegaskan “Let me be homo unius libri”  (Biarlah aku menjadi manusia satu buku), yaitu Alkitab. Setiap hari, Wesley menggali Alkitab dalam bahasa Ibrani, Yunani, dan Latin agar  dapat memahami kekayaan maknanya. Menurutnya, melalui Alkitablah manusia dapat mengenal jalan keselamatan. Tak heran, selama hidupnya ia menyampaikan lebih dari empat puluh ribu khotbah yang mengubahkan  dunia.

Tuhan memperingatkan Yosua untuk berpegang teguh pada firman-Nya  sejak awal kepemimpinannya. Ia akan membawa bangsa Israel memasuki Kanaan, tempat kediaman bangsa yang tidak mengenal Tuhan. Masa depan  bangsa Israel berada dalam tanggung jawabnya. Yosua menaati Tuhan  selama hidupnya, dan ia dikenal sebagai pemimpin yang sukses.

Hari ini kita memperingati Hari Buku Nasional sebagai upaya  meningkatkan kesadaran membaca di tengah bangsa ini. Berapa banyak  buku yang Anda miliki? Apakah Anda meluangkan waktu untuk membaca buku-buku lain, tetapi tidak punya waktu membaca Alkitab setiap  hari? Sisihkanlah waktu Anda untuk membaca buku yang terpenting, yaitu Alkitab, yang dapat menuntun Anda mengenal kebenaran melalui  Kristus. Firman-Nya akan memelihara kaki Anda melangkah dalam pijakan yang benar. –HEM

ALKITAB ADALAH PETA SEMPURNA MENUJU ALLAH.

Sumber : Renungan Harian