BUKAN SEKADAR KATA (Kolose 3:5-17)
Dikirim oleh : Evi Sjiane Djiun

Dan segala sesuatu yang kamu lakukan dengan perkataan atau perbuatan, lakukanlah semuanya itu dalam nama Tuhan Yesus, sambil mengucap syukur melalui Dia kepada Allah, Bapa kita. (Kolose 3:17)

Joyce Meyer, penulis dan pengkhotbah televisi, suatu saat bersama suaminya, Smith, mengunjungi restoran favorit mereka. Setelah  memesan menu, seorang pelayan membawa baki berisi pesanan mereka. Tanpa disengaja baki itu tumpah dan isinya menimpa Smith yang saat itu mengenakan jas kesukaannya.  Smith yang sial itu tersenyum sambil berkata, “Tidak apa-apa,  semuanya baik-baik saja.” Joyce turut membantu dan membereskan makanan dan minuman yang berceceran di lantai dan di tubuh Smith  sambil tetap bersikap ramah. Bukan hanya itu, mereka berdua menemui pemilik restoran, meminta agar ia tidak memecat pelayan yang baru  saja bertindak ceroboh itu.

Melihat tanggapan Joyce dan suaminya, pelayan itu membungkuk untuk  meminta maaf dan berkata, “Saya sungguh-sungguh minta maaf. Saya baru bekerja di sini. Saya gugup dan merasa seperti bermimpi ketika  bertemu langsung dengan Ibu. Saya selalu mengikuti khotbah Ibu di televisi setiap hari.”  Ya, kira-kira apa yang akan terjadi seandainya Joyce dan suaminya  bersikap sebaliknya? Tak ayal semua khotbahnya yang didengar pelayan itu melalui televisi akan menjadi sia-sia. Dan, pelayan itu akan  mengingat Joyce sebagai seorang pengkhotbah yang munafik.

Kadang-kadang Allah menguji integritas dan bobot perkataan kita  melalui peristiwa yang tidak disangka-sangka. Tanggapan kita  terhadap peristiwa itu menunjukkan kualitas karakter kita yang sesungguhnya. Karena itu, hendaklah kita melakukan segala sesuatu  dengan mata yang tertuju kepada Allah. Kiranya kita tidak terpeleset ke dalam sikap yang memalukan. –PRB

SIKAP DAN PERILAKU KITA ADALAH ILUSTRASI KHOTBAH YANG PALING EFEKTIF.

Sumber : Renungan Harian