MENGANDALKAN MANNA (Keluaran 16:13-36)

Dikirim oleh : Evi Sjiane Djiun

Pungutlah itu, tiap-tiap orang menurut keperluannya; masing-masing kamu boleh mengambil untuk seisi kemahnya, segomer seorang, menurut jumlah jiwa. (Keluaran 16:16)

Dulu Pak Ronny (nama samaran) pengusaha sukses. Sayang, usahanya  bangkrut. Kini ia hidup dengan sederhana. “Dulu saya tidak perlu  khawatir akan hidup saya sampai dua atau tiga tahun mendatang. Sekarang, bahkan untuk hari esok, kadang saya harus bergumul. Tapi  saya percaya, Tuhan akan memelihara saya sekeluarga sama seperti ketika Dia memberi manna hari lepas hari pada bangsa Israel di  padang gurun. Buktinya, sampai hari ini saya sekeluarga masih bertahan, ” katanya.

Saya jadi teringat pada keadaan bangsa Israel di padang gurun.  Selama 40 tahun, mereka mengandalkan manna sebagai makanan pokok  (ay. 35). Manna ini memiliki beberapa keunikan. Munculnya hanya pada  pagi hari. Ketika matahari makin tinggi, manna akan mencair (ay. 21). Orang Israel hanya diperbolehkan mengumpulkannya untuk kebutuhan selama satu hari (ay. 19). Jika ada yang mengumpulkan  secara berlebihan, mannanya akan rusak (ay. 20). Baru pada hari keenam, mereka diperbolehkan mengumpulkannya dua kali lipat untuk  persediaan pada hari Sabat karena manna tidak muncul pada hari Sabat (ay. 22-23).

Orang mendambakan hidup berkelimpahan. Namun, bagaimana jika Tuhan  mengizinkan “kekurangan” mewarnai kehidupan kita? Bagaimana jika persediaan kita hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan hari ini atau  beberapa hari ke depan. Kisah tentang manna dapat menguatkan kita untuk tidak khawatir. Kita tetap berdoa, mengucap syukur, dan  bertekun melakukan tugas kita, dengan percaya bahwa Tuhan senantiasa memelihara kita. –OKS

PERCAYALAH, KETIKA HARI BARU MENJELANG, BERKAT BARU SELALU DATANG.

Sumber : Renungan Harian