MERPATI YANG INGKAR (Yunus 1:1-17)

Dikirim oleh : Evi Sjiane Djiun

Sahutnya kepada mereka: “Aku seorang Ibrani; Aku takut akan TUHAN, Allah yang empunya langit, yang telah menjadikan lautan dan daratan.” (Yunus 1:9)

Yunus dipanggil Tuhan untuk memperingatkan penduduk Niniwe akan penghukuman-Nya. Masalahnya, orang Niniwe tidak lain adalah musuh bangsanya. Dengan menyampaikan peringatan Tuhan, ada kemungkinan mereka bertobat. Jadi, ia malah naik kapal menjauhi Niniwe.

Ketidaktaatan itu nyatanya bukan hanya berdampak pada dirinya, namun  juga menimbulkan bencana bagi orangorang di sekitarnya: badai  menerjang kapal yang ditumpanginya. Ketika para penumpang berjuang antara hidup dan mati, ia tidur nyenyak di ruangan paling bawah.  Ketika terjaga, ia berseru, “Aku takut akan Tuhan!” Padahal ia sedang dalam petualangan yang menunjukkan bahwa ia memberontak  kepada Tuhan. Sebuah paradoks. Ironisnya, namanya berarti “merpati”, yang terkenal sebagai lambang ketulusan dan kesetiaan.

Banyak orang bersaksi bahwa ia taat pada Tuhan, padahal ia sedang  menempuh jalan yang bertentangan dengan rancangan-Nya. Dengan  pertimbangan tertentu dan juga pembenaran diri, mereka mengeraskan hati dan melawan Tuhan secara sengaja. Orang seperti itu justru  berpotensi melukai orang-orang di sekitarnya: dengan sikap, perkataan, dan tindakan.

Apakah Anda mengetahui kebenaran, namun sedang menjauh darinya?  Apakah Anda sedang berada dalam sebuah situasi yang kacau dan  membahayakan? Mungkinkah Anda sendiri penyebab semua perkara itu? Jika demikian, kembalilah kepada panggilan Tuhan dan lakukanlah apa  yang Dia inginkan untuk Anda lakukan. –HT

PILIHAN KITA—BAIK ATAU BURUK—BUKAN HANYA BERDAMPAK BAGI DIRI SENDIRI, TETAPI JUGA BAGI ORANG-ORANG DI SEKITAR KITA.

Sumber : Renungan Harian