KISAH NAMA (Filemon 1)
Dikirim oleh : Evi Sjiane Djiun

Dahulu memang dia tidak berguna bagimu, tetapi sekarang sangat berguna baik bagimu maupun bagiku. (Filemon 1:11)

Nama adalah doa! Demikian kata orangtua. Dalam suratnya kepada  Filemon, Paulus juga memaknai nama secara menggelitik.  Nama Onesimus berarti “berguna”. Ia menjadi tak berguna ketika lari dari tuannya, Filemon (ay. 1). Setelah bertemu dengan Paulus di  penjara, ia berubah menjadi orang yang “berguna” (ay. 10). Paulus malah menyebutnya “saudara yang kekasih”, yang “sangat berguna” (ay.  11). Dalam bahasa aslinya, Paulus menggunakan permainan kata untuk menegaskan arti nama Onesimus: “dahulu memang dia tidak berguna  bagimu, tetapi sekarang sangat berguna baik bagimu maupun bagiku” (ay. 11). Paulus juga menyebutnya: “buah hatiku” (ay. 12). Paulus  meminta pada Filemon (namanya berarti: yang mengasihi), agar bersedia menerima kembali Onesimus “bukan lagi sebagai hamba,  melainkan… sebagai saudara yang kekasih” (ay. 16). Paulus menjamin dan mau mengganti semua kerugian yang dialami Filemon karena  tindakan Onesimus.

Karya Kristus telah mempertobatkan Paulus (semula bernama Saulus),  Filemon, dan kini Onesimus. Siapa pun nama kita, pertobatan membuat kita menjadi berguna! Tak ada ukuran tentang seberapa indah suatu  nama; yang penting adalah seberapa besar kita berguna bagi sesama. Di dalam Tuhan, kita berguna ketika kita “menghibur hati seseorang  di dalam Kristus” (ay. 20). Sudahkah kehadiran kita menghiburkan hati sesama? Atau malah sebaliknya, kehadiran kita membuat mereka  berduka? Mari kita menjadi orang yang berguna oleh anugerah Kristus, yang memanggil kita dalam karya-Nya! –CHA

OLEH ANUGERAH DAN KARYA KESELAMATAN KRISTUS, AKU DIUBAH MENJADI ORANG YANG BERGUNA BAGI ALLAH DAN SESAMA.

Sumber : Renungan Harian