FOKUS KE DEPAN (Filipi 3:1b-16)
Dikirim oleh : Evi Sjiane Djiun

Aku melupakan apa yang telah di belakangku dan mengarahkan diri kepada apa yang di hadapanku… yaitu panggilan surgawi dari Allah dalam Kristus Yesus. (Filipi 3:13b-14)

Ketika kita mengemudi kendaraan, pandangan kita terutama terfokus pada hal-hal yang ada di depan kita. Kendaraan lain yang melintas,  jalan yang mungkin berlubang, juga manusia atau hewan yang bisa saja tiba-tiba menyeberang. Sesekali saja kita harus menengok ke spion  untuk memastikan tidak ada kendaraan yang sedang mengejar kita karena suatu keperluan atau barangkali ada kendaraan yang ingin  mendahului kita pada saat kita ingin berbelok arah.

Demikian juga dengan cara kita menjalani hidup. Sebaiknya pandangan  kita arahkan ke depan, berfokus pada apa yang menjadi cita-cita kita pada masa yang akan datang dengan disertai rasa optimis, doa, dan  kerja keras. Masa lalu—rentetan kejadian yang sudah tidak bisa  diubah lagi—kita gunakan sebagai bekal untuk menyongsong masa depan. Masa lalu adalah sejarah yang memberi kita pengalaman berharga agar kita lebih bijaksana dan teliti pada masa kini dan nanti.

Kita semua memiliki masa lalu. Ada yang gemilang sehingga orang  seakan ingin terus memeluknya. Ada pula yang menimbulkan trauma  sehingga orang terus dihantui oleh bayangan buruk. Kedua sikap itu sama-sama tidak sehat. Entah baik entah buruk, kita perlu belajar  melepaskan masa lalu, agar kita dapat melanjutkan hidup dengan cara yang bermakna dan meraih pencapaian yang maksimal. Jadi, mari kita   mengarahkan pandangan ke masa depan dan menjadikan masa lalu sebagai acuan untuk menjadi orang yang lebih baik pada masa kini dan nanti.  –RE

MASA LALU SEHARUSNYA MENJADI PENDORONG UNTUK MAJU, BUKANNYA BEBAN YANG MEMBUAT LANGKAH KITA TERTAHAN.

Source : Renungan Harian