BERANI BERSAKSI (Kisah Para Rasul 1:6-11)
Dikirim Oleh : Evi Sjiane Djiun

Tetapi kamu akan menerima kuasa bilamana Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-saksi-Ku… sampai ke ujung bumi. (Kisah Para Rasul 1:8)

“Tolonglah doakan aku, supaya sakit kepalaku sembuh!” kata seorang  yang bukan Kristen kepada Damai, seorang sahabat saya. Karena belum  berpengalaman berdoa bagi orang yang bukan Kristen, Damai berkata  bahwa ia akan mendoakannya di rumah. Esoknya, temannya berkata, “Terima kasih ya atas doanya. Saya sudah sembuh dari kemarin!”

Damai menjadi sangat terkejut, namun mulai merasa bersalah.  “Seharusnya itu menjadi kesempatan memberitakan Injil, tapi saya  terlalu takut!” katanya. Sejak itu, setiap ada peluang mendoakan orang lain, ia akan terlebih dahulu menjelaskan siapa Yesus kepada   orang itu. Sekarang, ia menjadi penginjil yang berani dan memimpin banyak orang kepada Kristus.

Menjadi saksi bagi Yesus adalah tanggung jawab semua orang Kristen.  Itu bukan pilihan. Saksi adalah seseorang yang melihat atau  mengetahui sesuatu terkait sebuah perkara, dan diminta untuk memberitahukannya. Menjadi saksi tidak memerlukan gelar pendidikan  atau jabatan tertentu. Namun, tidak semua orang bisa menjadi saksi Yesus, melainkan hanya mereka yang telah memiliki hubungan pribadi dengan-Nya, mengenal-Nya melalui firman Allah, dan juga melalui  pengalaman rohaninya.

Setiap orang percaya telah diberi kuasa untuk bersaksi. Anda sudah  diperlengkapi dari tempat mahatinggi. Karena itu, pergunakanlah  kuasa Anda. Saksikanlah Kristus yang berkuasa mengampuni dan menyelamatkan orang berdosa, baik melalui perkataan dan tindakan  Anda, sehingga mereka mengenal-Nya dan masuk ke dalam terang-Nya. –HT

BERSAKSI ADALAH MENGARAHKAN ORANG LAIN PADA KEBAIKAN DAN KEKUASAAN TUHAN.

Sumber : Renungan Harian

Advertisements