BANTUAN SANG PANGLIMA (Yohanes 13:1-15)
Dikirim oleh : Evi Sjiane Djiun

Jadi jikalau Aku, Tuhan dan Gurumu, membasuh kakimu, maka kamu pun wajib saling membasuh kakimu. (Yohanes 13:14)

Suatu ketika beberapa tentara Amerika bersusah payah memindahkan  sebatang pohon besar yang mengalangi jalan. Di dekat mereka, sang  kopral hanya berdiri sambil mengomel. Seorang penunggang kuda yang  lewat melihatnya. Ia bertanya, mengapa kopral itu tak membantu anak  buahnya. Kopral itu menjawab, “Aku ini kopral, yang berhak memberi  perintah.” Tanpa berkomentar, si penunggang kuda turun dan membantu  para tentara tadi sampai berhasil. Lalu, sambil naik kuda lagi, ia berkata, “Kalau anak buahmu butuh bantuan lagi, panggil saja panglima perangmu. Ia akan datang.” Seketika si kopral sadar bahwa  penunggang kuda tadi tidak lain George Washington, panglima perang Amerika saat itu (dan nantinya menjadi presiden negara tersebut).

Menjelang penangkapan-Nya, Yesus menyampaikan pesan yang mengusik.  Dia melepaskan jubah, mengambil kain lenan, dan mengikatkannya di pinggang. Lalu, Dia berlutut dan mencuci kaki para murid. Para murid  bahkan belum pernah melakukan hal itu di antara mereka sendiri. Namun, Guru, Tuhan, dan Raja mereka tidak segan-segan untuk  melayani. Pesan-Nya jelas: Dia menginginkan para pengikut-Nya saling melayani.

Betapa baiknya bila kita tak membiarkan diri merasa “lebih hebat” dari orang lain. Juga lebih sedikit berharap untuk dilayani. Lalu,  mulai lebih banyak berpikir bagaimana dan apa saja yang bisa kita lakukan untuk melayani sesama. Siapa pun itu. Bahkan orang-orang  yang kita anggap tidak patut dilayani. Mari kita menularkan semangat untuk saling melayani ini. –AW

KETIKA YESUS MERAJA DI HATI, PASTI MELUAP HASRAT UNTUK MELAYANI

Sumber : Renungan Harian