DUNIA GEMERLAP (Matius 23:25-28)
Dikirim oleh : Evi Sjiane Djiun

… cawan dan pinggan kamu bersihkan sebelah luarnya, tetapi sebelah dalamnya penuh rampasan dan kerakusan. (Matius 23:25)

Setelah setahunan bekerja di majalah gaya hidup, beberapa kali saya ditugaskan meliput acara sosial yang dihadiri kaum jetset  Jakarta. Tamu acara ini biasanya tampil dengan baju dan aksesoris rancangan desainer ternama, menenteng tas merek terkenal, dan  mengenakan sepatu berharga jutaan rupiah. Belakangan saya mendapatkan info, sebagian dari tamu tersebut bukanlah kaum  sosialita betulan, dan mereka hanya meminjam perlengkapan mewah itu dari tempat persewaan. Obsesinya? Agar dianggap keren, dapat masuk  ke lingkaran pergaulan jetset, difoto dan ditampilkan dalam majalah gaya hidup.

Obsesi manusia akan penampilan yang gemerlapan bukanlah barang baru. Kaum Farisi ribuan tahun lalu sudah dikenal sangat memperhatikan  pernik-pernik penampilan ini. Saat berpuasa, mereka memastikan diri tampil dengan gaya yang menunjukkan kekhusyukan ibadah mereka. Dalam ritual pentahiran yang kerap mereka lakukan, berbagai cawan dan  pinggan dibersihkan hingga berkilau.

Perikop ini menegaskan kecaman Kristus terhadap para ahli Taurat dan orang Farisi. Cawan yang hanya dibersihkan bagian luarnya dan  kuburan yang dilabur putih (pada zaman itu kuburan ditandai dengan warna putih agar tidak disentuh orang) adalah metafora untuk orang  yang hanya memperhatikan perkara lahiriah, tetapi lupa bahwa Tuhan melihat hati. Penampilan luar tentu perlu dijaga, namun jangan untuk  pamer atau menutupi kedangkalan rohani. Marilah kita mengutamakan perkara yang bermakna dan berharga di mata Allah. –OLV

MANUSIA KERAP MELIHAT KEMOLEKAN KULIT, TETAPI TUHAN MENILAI KEELOKAN HATI

Sumber : Renungan Harian