TOTALITAS SEORANG GURU (Kolose 3:18-4:1)
Dikirim oleh : Evi Sjiane Djiun

Apa pun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia. (Kolose 3:23)

Ibu Merry mengajar di Sekolah Luar Biasa (SLB) Bhakti Luhur, Malang, sejak 1984. Suatu saat ia mendapatkan seorang murid bernama  Jorei, anak yang bisu, tuli, dan low vision (berkemampuan melihat rendah). Awalnya Jorei tidak mau belajar. Ibu Merry tak kehabisan  akal. Bila keadaan gelap Jorei mudah mengantuk, maka Bu Merry menyalakan lampu seterang-terangnya saat anak itu belajar. Anak-anak  SLB juga sulit berkonsentrasi, maka Bu Merry membuat banyak alat peraga yang merangsang muridnya untuk belajar. Sebuah totalitas  pengabdian yang mengagumkan.

Paulus memaparkan bahwa hubungan dengan Tuhan adalah landasan bagi  hubungan kita dengan sesama: ketika kita melakukan sesuatu bagi  sesama, sesungguhnya kita sedang melakukannya bagi Tuhan, yang menciptakan kita semua. Kesadaran ini menggugah dedikasi dan etos    kerja yang luar biasa. Orang tergerak untuk bekerja dengan segenap hati, bukan sekadar mengejar keuntungan materiil, melainkan  sungguh-sungguh mengupayakan kesejahteraan orang lain. Orang bersedia untuk bekerja secara ekstra, melampaui tuntutan tugas, agar kehidupan sesamanya dapat menjadi lebih baik.Dan, ia memperoleh kepuasan sedalam-dalamnya dengan menyadari bahwa ia mengerjakan semuanya itu sebagai ungkapan syukur atas anugerah Tuhan.

Bagaimana dengan kita? Apakah kita melihat kehadiran Tuhan di balik setiap orang yang kita layani? Apakah kita bekerja demi memberikan  manfaat pada sesama? Apakah kita menilai sukses dari kepuasan dalam mensyukuri anugerah-Nya? –SN

KETIKA KITA BEKERJA DENGAN SEGENAP HATI SEPERTI BAGI TUHAN, KITA MENEMUKAN KEPUASAN HATI YANG SEDALAM-DALAMNYA

Sumber : Renungan Harian