99 BALON (Ayub 14:7-15)
Dikirim oleh : Evi Sjiane Djiun

Maka aku akan menaruh harap selama hari-hari pergumulanku, sampai tiba giliranku… Engkau akan rindu kepada buatan tangan-Mu. (Ayub 14:14,15)

Dua bulan sebelum lahir, Eliot Mooney divonis menderita Edwards Syndrome, penyakit yang tak memungkinkannya untuk lahir selamat.    Orangtuanya berdoa memohon mukjizat, dan Eliot pun lahir. Namun,  kondisinya memprihatinkan: paru-parunya tak berkembang sempurna,    jantungnya berlubang, dan DNAnya memberi informasi keliru pada setiap sel tubuhnya. Setelah dua minggu Eliot diizinkan pulang  dengan tiga peralatan medis menempel di tubuhnya, termasuk tabung oksigen dan selang untuk memasukkan susu.

Eliot kecil bertahan dan bertumbuh walaupun tak secepat anak  seusianya. Sebulan, dua bulan, tiga bulan. Uniknya, orangtua Eliot  merayakan "ulang tahun"-nya setiap hari. Sebab, satu hari saja merupakan perjuangan berat baginya untuk hidup. Maka, setiap hari mereka merayakan kemenangannya. Hingga akhirnya, pada hari ke-99, Eliot kembali kepada Yesus. Pada hari pemakamannya, 99 balon dilepaskan -masing-masing mewakili ucapan syukur atas setiap hari yang Eliot habiskan di bumi.

Ketika Ayub mengalami penderitaan yang sangat berat, kematian  membayanginya. Ia disadarkan akan betapa fana hidup manusia. Namun,  Ayub berkata bahwa selama Tuhan masih memberinya hidup, ia akan terus berharap. Dan, bila kelak waktunya tiba, ia akan bahagia   karena itu berarti Allah merindukannya pulang!

Sudahkah kita mensyukuri setiap hari yang Tuhan beri? Mensyukuri hidup kita dan orang-orang di sekitar kita? Jangan membuang satu  hari pun untuk hal sia-sia. Selama kesempatan ada, hiduplah maksimal bagi Dia. –AW

BILA ENGKAU MENAMBAH HARI-HARI DALAM HIDUP KAMI, BIARLAH NAMA-MU SEMAKIN DITINGGIKAN LEWAT DIRI INI

Sumber : Renungan Harian