Kuasa Yesus (Markus 1:26-28)
Oleh : Deny S Pamudji

Ada perbedaan yang mencolok antara pengajaran Yesus dengan pengajaran para ahli Taurat.  Perbedaannya antara lain Yesus mengajar dengan contoh perbuatan yang nyata sementara para ahli Taurat hanya bisa mengajarkan, tetapi tidak melakukan sepenuhnya apa yang diajarkan.  Yesus membuktikan apa yang tertulis dan apa yang dikatakan-Nya sementara para ahli Taurat hanya membacakan apa yang tertulis dan menuntut yang mendengar untuk mengerjakannya serta tidak bisa memperlihatkan kuasa Allah sebagaimana tertulis dalam kitab Taurat.

Perbedaan lain ialah Yesus mengajar dengan berbaur.  Yesus tidak memberi batas antara guru dan murid-murid-Nya. Yesus mengajar dan bertindak untuk semua.  Tidak satu pun yang dikesampingkannya.  Semua jiwa berharga di mata Yesus.  Dari yang sakit, lumpuh, hingga yang mati.  Dari orangtua, anak muda, perempuan, hingga ke anak-anak.  Begitu pun profesi, semuanya diperhatikan, bahkan sampai seorang pemungut cukai yang dimusuhi pun tidak dilewatkan-nya. Singkatnya semua diperhatikan-Nya.

Ada hal yang dicatat Markus tentang Yesus ketika Yesus mengajar dalam rumah ibadat di Kapernaum.  Pada saat itu seseorang kerasukan roh jahat dan roh ini ketakutan berhadapan dengan Yesus.  Roh jahat mengira kedatangan Yesus untuk menghakimi mereka.  Roh jahat mengetahui bahwa Yesus seorang yang kudus yang berasal dari Allah.

Karena roh jahat ini terus berteriak, akhirnya Yesus menyuruhnya diam dan keluar dari tubuh orang itu dan seketika itu juga roh jahat itu meninggalkan orang itu.  Kejadian yang luar biasa karena Yesus tidak mengucapkan mantera apa pun, tidak membaca ayat-ayat apa pun. Yesus berkata dengan penuh kuasa. ‘Diam, keluarlah daripadanya’

Roh jahat tidak berani sedikit pun pada Yesus karena kuasa yang ada pada Yesus sangat besar sehingga tidak sedikit pun roh jahat berani membantah.  Kuasa ini juga menjadi milik kita yang percaya pada-Nya.  Sudahkah kita menggunakannya?  Atau masih ragukah kita akan pernyataan-Nya?  Mari kita menjadi pemberi bukti bahwa ada kuasa di dalam nama Yesus Kristus. (Markus 16:17-18) Tuhan memberkati.